Sair malam purnama
Sair malam purnama Bintang tak memberi wajah Air mata masi ada di pipi basudara Dari mesjid atau gereja Doa masi sama untuk pulau-pulau tenggara Katong satu gandeng satu, satu sayang satu Baku polo seperti embal dan sagu Mar karas seperti parungu Buka tangan, ketuk pake bibir, ucap pake hati Basudara disana seng pu apa-apa hanya tingan air mata Diatas permadani kesedihan, alam memberi syarat Isak tangis, Luka, duka bersahutan Wajah- Wajah tampak suram Di tampurung kelapa beta hanya bisa berkata. Siang, malam jadi selimut pulau-pulau tenggara Seketika gelombang menghantam Anak anak berlali mencari perlindungan Pada siapa yang memberi pelukan Dua'd eeeee batang am besa na'a pulau-pulau tenggara Dua'd eeee batang am besa teee Dinegeri seribu cinta untuk negeri seribu puncak Rumah Tua Apollo, 17 ,april 2021 Puisi, Zaenal A Rabrusun