Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 7, 2019

puisi refleksi one years

Gambar
Refleksi One Years Banyak yang terlewatkan, Banyak yang terlupakan, banyak yang ditertawakan, Banyak pula yang terabaikan Bahkan banyak juga yang hilang jalan, tapi kita masih tetap bersalaman. Meski dari mata ini dan itu yang berpura-pura buta tak mengenal hati, Dari amarah yang datang menghampiri, Hingga mulut harus termakan api. Dan caci maki termuntahkan keluar tanpa permisi, Tapi katakan Cinta tetap saja menjadi kawan sejati. Hai anak gadis orang. Ingatkah kau dikalah itu, saat aku menjadi beda. Kau sering memanjat keluar dari ruang kepala, Bahkan sering, Kau terhalang kelopak yang berpegangan membungkus mata. Semua itu bukan karena kau menjadi Kurang (-),Bagi (:) atau pun tambah (+). Tapi, karena aku saja yang banyak berlibur hingga hati jarang bersekolah, akhirnya aku menjadi manusia bodoh yang tak pandai membaca. Tak putus asa, kau kembali memberiku kompas penunjuk arah, syukurlah aku tidak tersesat, meski dikala itu aku buta dalam mata yang terbuka. Dan disitulah aku ...

puisi arafah dan mahsyar

Gambar
Antara Arafah dan Mahsyar Di Balut kain kafan, padang arafah menjelma sebagai lukisan keabadian, para hujaj berzikir dan wukuf dalam diam, tidak sedikit dari mereka yang pasra dengan kematian, sebab disini kelak mereka akan kesepian. Butiran debu menjelma rindu, memandikan cinta dengan air mata pilu, para hujaj terlentang dalam pelukan bukit" batu bertenda langit biru, mereka yang datang sebagai tamu, berjubah putih layaknya kain kafan membungkus tubuh. Tangan dan kaki saling mengaduh, perindu bersua dengan rasa malu. Tangis dalam doa yg khusuk dan bait" doa mengeringi dosa berguguran di atas ribuan batu-batu dan milyaran debuh. Di padang arafah bekas telapak menjadi obat penawar rindu. Dari milyaran malaikat yang menyiram berkat, para hujaj mengantri di gerbang taubat, dengan tekun mnyempurnakan syahadat, dengan teguh menjumlahkan Rakaat, dengan ikhlas mengutuhkan puasa, dan nestapa jiwa disucikan dengan zakat, dengan rindu hujaj ber salawat, Menaruh harapan kel...

Melawan lupa. Cerpen tetang apa arti sebuah nama

Melawan lupa! Suatu masa, di mana berpetualang seorang anak laki-laki yang berusia 11 tahun, duduk dibangku kelas 6 Madrasah Ibtidayah. Berawal dari beberapa huruf yang tergores di belakang dinding mesjid ‘Emon’. Mereka sepakat untuk memberkian nama itu kepada si bocah, yang dikenal hingga detik ini. 5-sekawan, nama kelompok bandit-bandit kecil (3I-2W). Waktu itu, Emon begitu akrab dengan seorang anak perempuan. ‘Yuni’ namanya, anak perempuan yang manis dan lucu. Nakal menjadi pola interaksi, bila bertemu dengan anak perempuan itu. Saking jailnya, Ia pernah dikejar sama sapu kelas, oleh saudarinya. Memang galak anak perempuan yang satu ini,namanya Ulfa. 5-sekawan, kumpulan lima bocah nakal. Mereka memiliki perbedaan latar belakang, namun menjadi satu bila sedang bersama. Gambar lingkaran pada tanah dan butir-butir kelerang yang jadi saksi. Tetesan-tetesan air hujan, menjadi surga bagi mereka. ‘selunjuran’ nama salah satu permainan, yang paling mengasyikan kala hujan tur...

Sarjana mudah. Prespektif kei

Gambar
Sarjana Muda Oleh : Mr. Navtalwang Suatu masa akan tiba, di mana tak ada lagi kawan ataupun lawan. Sendiri berdiri diatas hamparan debu-debu jalanan. Menata arah pandangan lurus ke depan, penuh hasrat perjuangan. Sorak-sorakan membahana disebuah ruangan, pertanda segerombolan manusia telah melaju, tinggalkan pembatas. Hiruk-piuk suatu tahapan perjalanan, kini sudah terlewatkan. Menyisahkan tetesan air mata berjatuhan di sudut ruang.  Segala penat mulai terkikis dan hilang satu per satu. Namun, di balik gerbang keluar, tersirat seribu tanda tanya. Sang waktu kembali jadi teman lama. “Sarjana Muda” sapaan bagi Seorang lelaki (25th), saat selesai mengenakan Toga; yang berpendidikan tinggi dan memiliki pandangan tersendiri di mata kaum akar rumput (Grass Root). Sarjana menjadi hal terpopuler di Indonesia, yang Trend dengan banyaknya Pengangguran di kalangan ‘SM’ (sarjana muda) Uppzz, salahkah saya menulis begini atau salahnya Indonesia yang tiap tahun giat me-nganggur-ka...

Puisi diam

Diam Dalam diam aku memelukmu Dalam diam aku mendekap erat, Dan dalam diam aku menyentuh bayang-bayang bisu. Diam adalah misteri, aku padamu Diam adalah tameng cemburu, Dan diam adalah perekat hati bisu. Diam itu gelisah yang bersemayam Diam itu rindu yang meluap-luap, Dan diam itu ladang tabu. Mendiami hati seperti membiarkan cinta pergi. Entah kenapa harus diam? Apakah cinta itu menakutkan? Diam bukan jawaban Diam bukan alasan Cinta itu tak nampak, tapi tidak diam. Bergerak. Berubah-ubah. Berpindah-pindah. Dari hati ke hati Dan tak pernah diam. Katakan cinta dan jangan diam, Katakana rindu dan jangan menghayal. Diam berarti tak cinta, Sebab cinta bukan sarana mendiami diri. Diam-diam. Dalam-dalam. Cinta dalam diam Dan biarkan rindu bersemayam Pada malam. Pada bintang. Dan Aku hanya diam. Diam yang dalam!

pulau evu

Gambar
SATU HARI DI OHOI EVU wisnurahareng Kala pagi hendak menyapa. . . Tetes-tetes embun jatuh membasahi dedaunan, Mengusik rasa untuk menjamah Damai menjadi simponi pertama yang disenandungkan alam buta Udara dingin menyelinap ke dalam pori-pori, mencekam namun menyejukkan Menusuk sampai ke ruang lapang, tinggalkan bias senyum beku di wajah. Sang mentari mulai Nampak di atas bukit. . . Perlahan-lahan embun menghilang Terlihat pucuk tumbuh memungil di dedaunan Hawa kian berubah bersama terobosan cahaya Menyebar kehangatan di setiap yang bernyawa. Ketika siang tiba. . . Terik sinar mentari menyebar di seantero bumi Melumuri badan dengan keringat yang meleleh Aku, berteduh di pepohonan rindang Sembunyi dari keramian cahaya yang mengganas. Bila sore menjelang. . . Kawanan pengembara pulang dari petualangan Menenteng kelelahan kembali ke rumah Aku, melintasi pekarangan rahan teten Berhamburan salam pada mata yang bersua. Matahari tenggel...