pulau evu
SATU HARI DI OHOI EVU
Kala pagi hendak menyapa. . .
Tetes-tetes embun jatuh membasahi dedaunan, Mengusik rasa untuk menjamah
Damai menjadi simponi pertama yang disenandungkan alam buta
Udara dingin menyelinap ke dalam pori-pori, mencekam namun menyejukkan
Menusuk sampai ke ruang lapang, tinggalkan bias senyum beku di wajah.
Sang mentari mulai Nampak di atas bukit. . .
Perlahan-lahan embun menghilang
Terlihat pucuk tumbuh memungil di dedaunan
Hawa kian berubah bersama terobosan cahaya
Menyebar kehangatan di setiap yang bernyawa.
Ketika siang tiba. . .
Terik sinar mentari menyebar di seantero bumi
Melumuri badan dengan keringat yang meleleh
Aku, berteduh di pepohonan rindang
Sembunyi dari keramian cahaya yang mengganas.
Bila sore menjelang. . .
Kawanan pengembara pulang dari petualangan
Menenteng kelelahan kembali ke rumah
Aku, melintasi pekarangan rahan teten
Berhamburan salam pada mata yang bersua.
Matahari tenggelam dibalik pulau. . .
Kelompok pelaut meraungi lautan warna dengan gerak dan gaya manja
Para pelopor bersiap dan berjaga-jaga, sembari tangan mengudara
Kode jingga tersirat di permukaan kapas yang memutih
Gelap telah mencengkram sebagian daratan bumi ini.
Ssssttt, malam datang. . .
Lantunan-lantunan kodok dan jangkrik sedang berdemo
Lolongan anjing dan suara burung ikut bersorak
Aku diam, menunggu seberkas nyala api hingga padam
Merancang kehangatan buatan yang pasti menyeruak ruang lapang.
Secangkir kopi dan penutup hari!

Komentar