Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai

sunyi yang hilang 3

  Part 3 “Amin” lalu di serakan uang seberan li ma pulu ribu “Barusan orang bayar bilang amin ini” lalu tersenyum dan mengembalikan sisa . Sambung lagi setelah pergi “adik makasi e” “ Io . sama-sama” langsung pergi awak kapal itu melaju t kan tagihannya. Beberapa menit kemudian kapal kayu sandar di pelabuhan kayu watdek . Saat keadaan ramai di atas pelabuhan kayu itu. Pandangan Ramdan kesana kemari, sedangkan Teri k kan Samsul dari atas pelabuhan dengan melambaikan tangan untuknya. “ Ramdan...Ramdan.... ” mengawunkan tangan. Ramdan melihat pun turun dari kapal kayu. Barang bawaannya sedikit, hanya satu buah karung dan tas kusut dibahunya. Mendekati Samsul . “Sini beta bawa itu karung.” Langsung saja di ambil dari tangan Ramdan . “Dan se mau tin g gal dengan siapa ? bibi sari atau di beta punya kamar kos saja ! Tanya samsul selepas barang-barang di taruh di atas motor nya .” Beta di bibi sari dulu untuk beberapa waktu ini. Kebetulan dari lulus SMA sampai saat i...

sunyi yang hilang part 2

 PART 2 Ramadan berharap hal inilah yang kemudian harus di terapkan dalam kehidupan keseharian nya. bersama   keluarga, nalar yang sadar bahwa menegakan sebuah kebenaran adalah sebuah kewajiban bagi para insan   yang berhati mulia termasuk kita. Dan jujur mendengar cerita -cerita oleh sebagian besar orang tentang kehebatan ayah itu, bangga sekali m memiliki orang tua yang bisa menuntun anaknya untuk melakukan hal-hal yang menjauhkan diri dari malapetaka dan dosa . malam itu amatlah susahnya hati ayah.   amat mencintai anaknya yang dua orang itu, begitulah sosok pemimpin dalam keluarga kecil itu. “ Uluh . Di rumah dulu deh, ayah minum kopi ini bikin ayah bunya badah agak ringan” berdiri dari tempat duduknya. “Iya Ayah.” Meliha ayah keluar pintu . Dan secara bersamaan di tengah perjalan ayah ke rumah bertemu dangan samsul . “Paman” teriak samsul langsung mejabat dan menciuma tangan ayah ramdan . Mengankat wajahnya. “e nak Samsul .” Terdiam sejenak “...