Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

DAMAR CINTA DI ATAS NISAN

Gambar
 -DAMAR CINTA DI ATAS NISAN- Di antara malam, seribu malam bulan Ramadhan Jumpa sunyi dalam sair di tempat keabadian Jari jemari kaku, hati rapu berserta lisan Ingin ku pangil kau kembali dengan bayangan Lailatul Qadar kasi kabar pada seyuman Damar (Lampu) cinta menyala di atas nisan Cahaya merangsang tubuh untuk ingatan Mata terbuka namun tatapan hampa serta pelukan sahwat tak bosan mendoakan membangun iman Jika jarak menghakimi, kau amin dalam kehidupan Tanpa Perlu mengelu diantara takdir atau kematian Sampe diantara sumbu rindu cahaya kepercayaan Butir puti dalam langka panjang sejada tiap insan Untuk perjumpaan, membangun tulisan Aku bening rindu seharum kasturi kemampuan Dan tiada terganti pada akal dari kepahitan Biarkan aku menjadi perindu antara rembulan kemudian menjelma menjadi mata air lautan Kemudian berjuang dalam kesungguhan pelayaran Untuk lailatul qodar dengan kesabaran Rahan Kompak,  06, Mei 2021 Zeaenal A Rabrusun

Coretan pena kedua

Gambar
  Coretan Pena kedua Siul-siul dari dapur su dapa dengar ditelinga Dari sapaan ade sampe beragam corak masi segar dalam kepala Asap tabal su seng dapa lia dari tungku mama. Kalo subuh tiba mama biasa kasi bangun dengan cinta. kalo katong belum buka mata, antua menyayi lagu kasida Sambil toki sendok dipiring dekat talinga Kalo su bangun baku melawan piring plastik yang ada bunga-bunga Kalo seng ada berati seng mau puasa Padahal piring itu seng punya hasiat apa-apa. Sore tiba su seng lia tungku manyala lai deng cinta Aroma sadap su seng dapa cium dari kuali dan bila-bila Katong su seng siap-siap lai di samping meja Beta masi inga antua bapa pu bahasa Kalo seng puasa main diluar saja Tapi antua mama karas harus dudu sama dengan niat Kalo katong siap-siap par sambayang antua cek bawa apa dalam sajada La kalo sandal sala-sala antua kajar sampe dijalan raya Pangil deng rasa,  sampe tambus kaya irama ini coretan pena kedua dari beta Belajar dari salah sampe seng tau mau buat apa Tapi...

Tana seribu cinta

Gambar
  Tana seribu cinta Nona cahaya bagi beta, angin bermain dengan cinta, berdamai dengan rasa, sangaja menjadi tatawa Dibawah rindang asmara, sejuta warna dari alam disenyum itu, Senyum paling sederhana Beta simpan rasa hari-hari, rindu terobati sampe jumpa di bawa matahari Pohon-pohon bergerak dengan irama, burung-burung terbang dengan ria, saat nona tiba Sumpah beta masi jaga, Jang ragu tagal jarang baku dapa atau jarang beri kabar di media. Dunwahan bukan alasan beta kerumah, atau fid kaba tempat bahagia yang nona cerita Tapi cinta yang bawa beta untuk jumpa ditempat sederhana Ada seribu makna dengan wajah rima dalam bait-bait yang beta tulisa disamping nona pagi tiba jang lupa baca doa ucap salam par pemilik semesta, biar beta juga rasa ditana seribu cinta Kalo nona percaya ini tana sejarah mari katong jaga jadi jang mara-mara  Dipasir puti katong buat dermaga bukan sekedar singga, tapi bertahan sampe singgasana Kamari semai cinta sama-sama sampe ada yang cerita pada generas...

Suara Hati

Gambar
 Suara Hati Kasi sayang dirumah, seng lupa sampe sekarang Perpisahan dikalah itu paling sakit sampe hati paling dalam. Jikala mama ada yakin sunggu kasi sayang tetap sama pada katorang. Mama bong paling cantik mirip mama, senyum yang sama, bong kadang tanya-tanya soal kulia kaya mama tanya katong waktu sekolah itu suda, kadang maraju minta buju kaya waktu katong di pangkuan mama Bong itu katong 4 pu pantuan dikalah lelah berjuang ketika pulang dia sombar kehidupan. Katong rindu pelukan mama yang memeluk dengan tangan hati yang merasakan Katong seng lupa jejak kaki jikalah subuh datang  bergegas kepasar dengan ember di kepala yang di isi kacang tumbu hasil petik semalam, Waktu begitu cepat sampe pertemuan hanya dirindukan datas pusara tana katong melangka, meminta dalam doa kapan katong berjumpa di seleh-selah mimpi malam, melepas dahaga yang membara, sampe pada pertemuan terahir katong bisa berjumpa dengan mama disurganya Allah. Alhamrhuma Hania Rabrusun Bin Akas Rabrusun istr...

Nona vid kaba

Gambar
 *Nona vid kaba* Di batas cakrawala, cahaya menyempurnakan batas kota sampe sudut desa Tarian adalah tradisi disimpan rapi, sampe vat kaba bawa rindu kehati Jika jumpa nanti percaya bahwa katong adalah satu kenikmatan yang tak mampu di terjemakan puisi Sampe vid Kaba berbunyi hanya ada ko pu nama tertulis rapi disisi ilahi Nona yang perlu nona tau Kelanit itu sutra obor Gelanit atau dunwahan pusara inti yang perlu digali, sampe pintu woma cinta akan seng mati Bagi beta nona adalah mata air di weer, yang buat beta selau sadar par pulang ke ohoi Di tanjung fid met-met awan memberi syarat pada niat yang beta simpan di saloi Jika jumpa deng nona di fiditan beta tetap sama, sampe rasa beta jaga kaya cinta nen edar sampe di dunwahan Kalo seng percaya izinkan beta belajar bahasa tatua, sampe rangkai kata menjadi sumpah par nona Nona Nona eeee Kamari ka Beta cinta nona kaya nen dit sakmas par hilai danar Yang dong baku jaga sampe hukum larvul ngabal akan ada Nona Nana eee yakin yang beta t...
Gambar
  Selimut pelayaran Dari wear kait, sampe tempat game-game masuk ohoi, tatua berdiri menyampaikan sekapur siri, seketika kaki menyapa disini Ditangga-tangga, tempat singga melepas dahaga sampe pada pintu woma Dari mesjid hingga gereja pipi dibasahi air mata, saat kata pamit menyentu bibir rumah - rumah Meja kini senyi, suara kini henti, anak batu, bibir pante tak berpenghuni  Bukan Perpisahan menjadi alasan tangisan, tapi cinta yang menjadikan kenangan yang mengalir dari hati sampe perasaan Salam masi terdengar jelas dari sepatu hingga sendal Kopi menjadi sapaan, masi kental pada ingatan Tangan menjadi pelukan dari warin sampe yaan Sombar su tatempel depan rumah, Dari Rahayaan sebagai tuan tana, Rahaningmas yang pasang sasi, Notanubun pimpinan perang, Ingratubun juru bicara  atau koedoeboen penjaga woma Pagi menyapa jendela terbuka, tak ada suara harus ke atas atau ke bawa, posko atau rumah Kini sajian teten tak hangat lagi dimata sampe selimut pelayaran membawa rindu kes...

Sister lillah

Gambar
  Sister lillah jumpa mereka ada takwa, Suara adalah Dakwa, senyum mereka pahala jiwa, 4 perempuan sederhana lahir dengan cinta, ta'at pada robnya Mungkin mereka bukan Siti Mutia perempuan pertama penhuni surga, Atau as'syia istri fir'aun yang masuk surga Bukan pula maryam perempuan pertama bertemu Allah, ataukah Musaibah perempuan yang namanya terlutis dengan tinta mas di singa sanah Mereka perempuan perindu Arasy mengalir Dari makah Hingga madin, berjuma di Rahman dan Rahim Tak ada tinta juga pena, menuliskan segala yang indah dalam diri merka Angin dan senja tak mampu menjadi pembanding perempuan cahaya surga, berhati baja, koko seperti ka'ba Al-Quran dan Al-Hadis panutan mereka, Disetiap Doa-Doa bersemayam pada robnya Ohoiwait, 17 Februari 2021 Zeainal A Rabrusun

Ombak Rindu

Gambar
 Ombak Rindu Sumber gambar koya  cheno  Sio.......... ada salendang su terbang kenegeri sebrang, seng bisa pegang kalo itu alasan dari keputusan Sampe pada rumah yang pernah beta singga, hanya kenangan yang terawat, terbungkus tampa syarat Semua keadaan supaling bahaya sampe seng bisa baku dapa atau baku sapa perpaduan cinta dimeja kini menjadi sejarah, tentang masa tua, nona carita kalo katong bersua Orang lain su toki pintu hari-hari, doa di sampaikan pada ilahi, nona buka hati, hagantnya kopi beta dinginkan tagal nona seng tahan akan janji Kuat denyut di jantung berheti, perih sampe ke nadi Hingga lenso cinta seng kuat tada air mata yang jatu dinegeri ful fulik Izinkan beta meberikan selimut pelayaran dalam perjuangan, sampe puisi yang tersampaikan dengan niat tertulis dengan dara, beta simpan didada dengan luka nona Rindu setia membimbing, mengasa mungkin serta yakin untuk tak sedikipun berpaling Segala harap dibangun dengan niat, hinga mulukai nona adalah jalan menuj...

warung kopi aroma literasi

Gambar
Puisi warung_kopi_aroma_literasi Kini jumpa pada waktu yang tak semua orang bisa merasakan perpaduan cinta dan perasaan dari setekuk kopi menjadikan kita satu dalam tujuan. Satu dalam sapaan, sayang Sekain sulam mereba dada terucap salam serta rindu padamu disana, diantara jarak dan waktu yang jadi penghalang pertemuan kita Sampe saat dimana kita tak bisa memberi apa-apa pada diri, Seni tak mampu merubah jati diri setidaknya puisi di resapi oleh hati. Kamari  di warung kopi aroma litersi, sempe kenikmatan tak bisa dijelaskan oleh hati karya zainal Rabrusun ala bang okim litiloly

Nona ful fulik

Gambar
Nona ful fulik Oleh: z. Rabrusun Nona kalo katong jarang bercumbu di para-para. jang gelisa karna beta seng perna buang rasa par sapa-sapa. kalo rindu jang bicara di orang banya, cukup simpan di atas sajada carita pada yang kuasa. Masi inga, dengan kopi halia yang nona bagi di rumah tatua Atau embal bunga, yang nona pata jadi dua siri, pinang, tatua dong buat jadi manisan di tana raja-raja atau sejarah yang dong buat par katong jaga Kalo nanti...... Kalo nanti nona jadi padi di weer, atau api yang di bawa latwer Maka.........  maka biarlah beta jadi sisir yang menjadikannya weer edar di samping masbait atau jadi weer kait di ohoi wait Nona dari Perjalanan panjang nen dik sakmas dan nen somar di negeri ini. Mari - mari kita memeluk seprti darah merah dan tombak, atau air di telaga ohoi tell. Maka dari itu biarlah kita saling mencintai seperti buaya puti di negeri ful - fulik Nona....... Nona seperti angin yang bertiup pada dedaunan, Seperti ombak yang terdampar di bibir karang, kau ...

Lenso cinta

Gambar
Lenso cinta Oleh: Z Rabrusun   Malam ini akan terasa dingin, selimut sama bantal saja seng mampu untuk menghagatkan beta pung tubuh, untung masi ada kasi yang mengalir di tetangga.  Kaloh badiri pukul dada di atas tanah, mengaku ini beta pung marga,  ini beta pung kampung, lalu sapa yang tuan Tanah! Cukup ambil lenso cinta sapudada doakan dalam diam.  Andai ko pu tangan dapat tuangkan kopi di grlas beta, akan beta cerita tentang fase romantisme dan hangat pelukan di unjung fid met - met Pesan tatua - tatua di ohoi tentang jerninya waer ngol.  Maka pulanglah ada rasa yang tersimpan difiditan.  Tentang cinta tatua dipiring tua digunung iban

Kumpulan Puisi cinta

BAIK_BAIK_SAJA. Sebaris kalimat berkeringat yang harus tak  selesai ku utarakan pada dia hari ini. Perihal mata bertinta yang di tuliskan, lumpukan ini binasakan itu. Kau tau aku ingin sekali menceritakan tentang kelahiran waktu yang telanjang terhadap langit yang kehilangan pagi. Atau ka, bulan yang bersetia tetap terang ketika menunggu sepanjang ingatan untuk tidak menghindari malam. Dari Ruang Yang Mengering, mengemas mimpi sebelum musim mengabarkan kegelisahan agar aroma ketakutan tidak lebih mudah kita kenali.  KAIMANA. 29-03-2020.               LANGIT_KEHILANGAN_PAGI.  Melumuri Mati Dalam Gelisah Kecapi Gilasan Waktu, Keliaran Rasa Memeras Pikiran Mengakar Tak Ada Ruang Yang  Menghidangkan Sejuk Memeluk Luka.  Pada Pagi Yang Saling Bersentuhan  Dengan Sepi Menggigil Dalam genggaman,  Duka Ketakutan Membanjiri Tangisan,  Terbaring Kesunyian, Yang Mengering  Di Atas Buku_B...

Kumpulan puisi liar

Cinta dalam Diam dalam diam aku memelukmu dalam diam aku mendekap erat dan dalam diam aku menyentuh bayang-bayang bisu ada yang bilang mendiami hati sama saja membiarkan cinta pergi diam berarti tak cinta diam berarti tak rindu entah kenapa aku masih diam mungkin cinta itu terlalu menakutkan atau menyakitkan bila rindu terus bersemayam namun, aku masih diam tanpa alasan. diam jadi misteri aku padamu Coretan Rasa malam ini sejuta bintang menghilang dari cakrawala langit, entah kenapaa? Namun, hiruk-pikuk jalan masih tetap menjadi  perantara kesibukan manusia. Direlung karamaian terdapat sepenggal perasaan akan arti hidup. tentang bagaimana cara hidup untuk menghidupkan kesepian hati. ada cinta namun tak sampai dan ada rindu yang melekat namun bersekat. Hanya music yang jadi sahabat setia ketika batin gelisah ketika harapan hamper pudar dan keputusasaan mulai datang. Seperti lautan. Ia menjadi cermin kenangan antara ada dan tiada memori indah itu . M...

puisi refleksi one years

Gambar
Refleksi One Years Banyak yang terlewatkan, Banyak yang terlupakan, banyak yang ditertawakan, Banyak pula yang terabaikan Bahkan banyak juga yang hilang jalan, tapi kita masih tetap bersalaman. Meski dari mata ini dan itu yang berpura-pura buta tak mengenal hati, Dari amarah yang datang menghampiri, Hingga mulut harus termakan api. Dan caci maki termuntahkan keluar tanpa permisi, Tapi katakan Cinta tetap saja menjadi kawan sejati. Hai anak gadis orang. Ingatkah kau dikalah itu, saat aku menjadi beda. Kau sering memanjat keluar dari ruang kepala, Bahkan sering, Kau terhalang kelopak yang berpegangan membungkus mata. Semua itu bukan karena kau menjadi Kurang (-),Bagi (:) atau pun tambah (+). Tapi, karena aku saja yang banyak berlibur hingga hati jarang bersekolah, akhirnya aku menjadi manusia bodoh yang tak pandai membaca. Tak putus asa, kau kembali memberiku kompas penunjuk arah, syukurlah aku tidak tersesat, meski dikala itu aku buta dalam mata yang terbuka. Dan disitulah aku ...

puisi arafah dan mahsyar

Gambar
Antara Arafah dan Mahsyar Di Balut kain kafan, padang arafah menjelma sebagai lukisan keabadian, para hujaj berzikir dan wukuf dalam diam, tidak sedikit dari mereka yang pasra dengan kematian, sebab disini kelak mereka akan kesepian. Butiran debu menjelma rindu, memandikan cinta dengan air mata pilu, para hujaj terlentang dalam pelukan bukit" batu bertenda langit biru, mereka yang datang sebagai tamu, berjubah putih layaknya kain kafan membungkus tubuh. Tangan dan kaki saling mengaduh, perindu bersua dengan rasa malu. Tangis dalam doa yg khusuk dan bait" doa mengeringi dosa berguguran di atas ribuan batu-batu dan milyaran debuh. Di padang arafah bekas telapak menjadi obat penawar rindu. Dari milyaran malaikat yang menyiram berkat, para hujaj mengantri di gerbang taubat, dengan tekun mnyempurnakan syahadat, dengan teguh menjumlahkan Rakaat, dengan ikhlas mengutuhkan puasa, dan nestapa jiwa disucikan dengan zakat, dengan rindu hujaj ber salawat, Menaruh harapan kel...

Puisi diam

Diam Dalam diam aku memelukmu Dalam diam aku mendekap erat, Dan dalam diam aku menyentuh bayang-bayang bisu. Diam adalah misteri, aku padamu Diam adalah tameng cemburu, Dan diam adalah perekat hati bisu. Diam itu gelisah yang bersemayam Diam itu rindu yang meluap-luap, Dan diam itu ladang tabu. Mendiami hati seperti membiarkan cinta pergi. Entah kenapa harus diam? Apakah cinta itu menakutkan? Diam bukan jawaban Diam bukan alasan Cinta itu tak nampak, tapi tidak diam. Bergerak. Berubah-ubah. Berpindah-pindah. Dari hati ke hati Dan tak pernah diam. Katakan cinta dan jangan diam, Katakana rindu dan jangan menghayal. Diam berarti tak cinta, Sebab cinta bukan sarana mendiami diri. Diam-diam. Dalam-dalam. Cinta dalam diam Dan biarkan rindu bersemayam Pada malam. Pada bintang. Dan Aku hanya diam. Diam yang dalam!

pulau evu

Gambar
SATU HARI DI OHOI EVU wisnurahareng Kala pagi hendak menyapa. . . Tetes-tetes embun jatuh membasahi dedaunan, Mengusik rasa untuk menjamah Damai menjadi simponi pertama yang disenandungkan alam buta Udara dingin menyelinap ke dalam pori-pori, mencekam namun menyejukkan Menusuk sampai ke ruang lapang, tinggalkan bias senyum beku di wajah. Sang mentari mulai Nampak di atas bukit. . . Perlahan-lahan embun menghilang Terlihat pucuk tumbuh memungil di dedaunan Hawa kian berubah bersama terobosan cahaya Menyebar kehangatan di setiap yang bernyawa. Ketika siang tiba. . . Terik sinar mentari menyebar di seantero bumi Melumuri badan dengan keringat yang meleleh Aku, berteduh di pepohonan rindang Sembunyi dari keramian cahaya yang mengganas. Bila sore menjelang. . . Kawanan pengembara pulang dari petualangan Menenteng kelelahan kembali ke rumah Aku, melintasi pekarangan rahan teten Berhamburan salam pada mata yang bersua. Matahari tenggel...