Kumpulan Puisi cinta

BAIK_BAIK_SAJA.

Sebaris kalimat berkeringat yang harus tak  selesai ku utarakan pada dia hari ini. Perihal mata bertinta yang di tuliskan, lumpukan ini
binasakan itu. Kau tau aku ingin sekali menceritakan tentang kelahiran waktu yang telanjang terhadap langit yang kehilangan pagi. Atau ka, bulan yang bersetia tetap terang ketika menunggu sepanjang ingatan untuk tidak menghindari malam. Dari Ruang Yang Mengering, mengemas mimpi sebelum musim mengabarkan kegelisahan agar aroma ketakutan tidak lebih mudah kita kenali. 
KAIMANA. 29-03-2020.
             
LANGIT_KEHILANGAN_PAGI. 

Melumuri Mati Dalam Gelisah
Kecapi Gilasan Waktu, Keliaran Rasa Memeras Pikiran
Mengakar Tak Ada Ruang Yang  Menghidangkan Sejuk Memeluk Luka. 
Pada Pagi Yang Saling Bersentuhan 
Dengan Sepi Menggigil Dalam genggaman, 
Duka Ketakutan Membanjiri Tangisan, 
Terbaring Kesunyian, Yang Mengering 
Di Atas Buku_Buku Ku.
 Para Penyandang Kemenangan Tak Perlu Mengagumi Di Bebani Makna. 
Dan Akan Kau Dapati Bunga_Bunga Revolusi
Dalam Sentuhan Mata Pengenalan.
KAIMANA. 03_APRIL_2020.
                         

TEBASAN_TABU

Tebasan Tabu Menziarahi Kesunyian,
Sabitan Mengagumi Tertatap Bisu Mengubur Cemburu. Mengabur, Menguliti Rindu Memgiris Tipis, Kerudung Bumi Dan Bibir Langit. Harus Kau Kunamakan Apa? Tentang Rimba Raya Sunyi Dan Cakrawala Bertelanjang Dada Yang Disetubuhi Matahari. Kau Harus Aku Umpamakan Apa?  Tentang Genangan Hujan Yang Melepaskan Bajunya Dan Kemesraan Rahasia Yang Meneteskan Cemas Untuk Kembali Berbaring Di Keheningan Pangkuan Tuhan. Berikan Saja Mana Senyum Kiri Dan Kana_mu Yang Ramah Buat Bekal Aku Kembali Menziarahi Belantara Kesunyian.

 KAIMANA. 07_ April_2020.

Karya: Ali R Rettob

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah