Nona ful fulik

Nona ful fulik

Oleh: z. Rabrusun


Nona kalo katong jarang bercumbu di para-para. jang gelisa karna beta seng perna buang rasa par sapa-sapa.

kalo rindu jang bicara di orang banya, cukup simpan di atas sajada carita pada yang kuasa.

Masi inga, dengan kopi halia yang nona bagi di rumah tatua

Atau embal bunga, yang nona pata jadi dua

siri, pinang, tatua dong buat jadi manisan di tana raja-raja

atau sejarah yang dong buat par katong jaga

Kalo nanti......

Kalo nanti nona jadi padi di weer, atau api yang di bawa latwer

Maka......... 

maka biarlah beta jadi sisir yang menjadikannya weer edar di samping masbait atau jadi weer kait di ohoi wait

Nona dari Perjalanan panjang nen dik sakmas dan nen somar di negeri ini.

Mari - mari kita memeluk seprti darah merah dan tombak, atau air di telaga ohoi tell.

Maka dari itu biarlah kita saling mencintai seperti buaya puti di negeri ful - fulik

Nona.......

Nona seperti angin yang bertiup pada dedaunan, Seperti ombak yang terdampar di bibir karang, kau bagaikan burung -burung menghibur alam. 

Nona seperti senja, yang berisyarat hal indah tak selamanya di pandang, bagaikan tarian parang mengalir dalam tulang yang menjadikannya adat untuk dijaga bukan dibuang. 

Maka nona adalah mata air yang jatu bercampur kopi di Pasir puti. Sebab yang sejati bukan berarti dia yang puti tapi dia yang menutup diri.

Nona adalah riwayat GONG dan MAS ADAT yang di jaga anak cucu larvul ngabal dan menari bagaikan SALENDANG dan PARANG. Mengalir bagikan DARA MERAH dan TOMBAK.

Biarkan hari ini adalah kenyataan bagi jiwa yang sepi,

bukit dap adalah tempat beta menanti.

Fajar senantiasa menyinsing dari ufuk timur, 

jejak-jajak cinta di air kait menghiasi kehidupan,

Perjalanan panjang pelepah rindu di pesisir kei besar dan kei kecil menjadi bukti pertemuan 2 insan di tanat ful fulik.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah