Selimut pelayaran


Dari wear kait, sampe tempat game-game masuk ohoi, tatua berdiri menyampaikan sekapur siri, seketika kaki menyapa disini

Ditangga-tangga, tempat singga melepas dahaga sampe pada pintu woma

Dari mesjid hingga gereja pipi dibasahi air mata, saat kata pamit menyentu bibir rumah - rumah


Meja kini senyi, suara kini henti, anak batu, bibir pante tak berpenghuni 

Bukan Perpisahan menjadi alasan tangisan, tapi cinta yang menjadikan kenangan yang mengalir dari hati sampe perasaan


Salam masi terdengar jelas dari sepatu hingga sendal

Kopi menjadi sapaan, masi kental pada ingatan

Tangan menjadi pelukan dari warin sampe yaan


Sombar su tatempel depan rumah, Dari Rahayaan sebagai tuan tana, Rahaningmas yang pasang sasi, Notanubun pimpinan perang, Ingratubun juru bicara  atau koedoeboen penjaga woma


Pagi menyapa jendela terbuka, tak ada suara harus ke atas atau ke bawa, posko atau rumah

Kini sajian teten tak hangat lagi dimata sampe selimut pelayaran membawa rindu kesebrang sana


Ohoiwait, 09 Maret 2021

Zeanal Rabrusun

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah