Kumpulan puisi liar
Cinta dalam Diam
dalam diam aku memelukmu
dalam diam aku mendekap erat
dan dalam diam aku menyentuh bayang-bayang bisu
ada yang bilang mendiami hati sama saja membiarkan cinta pergi
diam berarti tak cinta
diam berarti tak rindu
entah kenapa aku masih diam
mungkin cinta itu terlalu menakutkan
atau menyakitkan bila rindu terus bersemayam
namun, aku masih diam tanpa alasan.
diam jadi misteri aku padamu
Coretan Rasa
malam ini sejuta bintang menghilang dari cakrawala langit, entah kenapaa?Namun, hiruk-pikuk jalan masih tetap menjadi perantara kesibukan manusia.
Direlung karamaian terdapat sepenggal perasaan akan arti hidup.
tentang bagaimana cara hidup untuk menghidupkan kesepian hati.
ada cinta namun tak sampai
dan ada rindu yang melekat namun bersekat.
Hanya music yang jadi sahabat setia ketika batin gelisah
ketika harapan hamper pudar dan keputusasaan mulai datang.
Seperti lautan. Ia menjadi cermin kenangan
antara ada dan tiada memori indah itu
.
Mencoba tertawa meskipun sendiri, berusaha bahagia meskipun ada luka.
SARABA, 14 APRIL 2013
Gelisah Sekian Detik
Sayang, kamu di mana?
Aku bingung, kenapa tak kunjung temu suara
Apa kau marah?
Aku cemas, takut kau lagi di tempat jauh
Bagaimana aku bisa mendengarmu
Sementara di sini hujan begitu deras
Sayang, aku ditawan gelisah sekian detik
Detik yang menyelimuti rasa ingin tahu
apa kau baik-baik saja
apa yang sedang kau lakukan
Aku ingin bercumbu denganmu lewat udara seperti biasa
Sayang, sinyal ini mengganggu aku
Dan rinduku atas nama kita.
Musim Penghidupan
Takkala hujan turun basahi bumi
puluhan anak kecil berlarian menuju ruang bebas jatuhnya air
mencari keriangan di antara becek dan tumpukan sampah yang berserakkan di jalanan
ada percikan hujan yang berubah menjadi uang logam dan berhamburan di mana-mana
musim penghujan telah menjelma sebagai musim penghidupan
memberikan sedikit kebahagian dari musim panas yang menyiksa
jiwa dan raga seakan mencair setelah lama diterjang keganasaan hari
berupa orang dewasa yang tak pernah paham dan sok paham pada anak-anak
Surat Cinta dalam Pikiran
Mentari, apa kabar?semoga kau baik-baik saja!
sebelum aku tidur, aku mengulang pertanyaan dan pernyataan yang sama di kepalaku.
berhari-hari aku dirudung gelisah tentangmu.
gelisah yang entah kenapa, tapi sungguh kali ini yang teraneh.
aku terpaksa memilih diam dan mencurahkan di surat cinta dalam pikiran.
memang akhir-akhir ini, aku sering binggung dan suka merenung.
kata temanku, aku sedang jatuh di cinta.
namun, aku tak begitu memahaminya.
aku hanya tahu kalau ini terasa lebih nikmat dari mengunyah coklat Silverqueen.
Mentari…
aku selalu mengajukan pertanyaan, yang belum terjawab di pagi dan sore hari: bolehkah aku jadi pacarmu?
dan itu aku coba ukir seperti dalam sebuah surat (yang tak pernah dikirim) yang ada di benak ini.
biar aku dapat membukanya kapan saja.
bukan jadi barang usang yang terselip di sampul buku dan di bawah bantal.
Mentari…
setelah kalimat ini selesai.
aku sadar, kau sedang membaca pikiranku.
Komentar