puisi refleksi one years

Refleksi One Years

Banyak yang terlewatkan, Banyak yang terlupakan, banyak yang ditertawakan, Banyak pula yang terabaikan Bahkan banyak juga yang hilang jalan, tapi kita masih tetap bersalaman. Meski dari mata ini dan itu yang berpura-pura buta tak mengenal hati, Dari amarah yang datang menghampiri, Hingga mulut harus termakan api. Dan caci maki termuntahkan keluar tanpa permisi, Tapi katakan Cinta tetap saja menjadi kawan sejati.

Hai anak gadis orang. Ingatkah kau dikalah itu, saat aku menjadi beda. Kau sering memanjat keluar dari ruang kepala, Bahkan sering, Kau terhalang kelopak yang berpegangan membungkus mata. Semua itu bukan karena kau menjadi Kurang (-),Bagi (:) atau pun tambah (+). Tapi, karena aku saja yang banyak berlibur hingga hati jarang bersekolah, akhirnya aku menjadi manusia bodoh yang tak pandai membaca. Tak putus asa, kau kembali memberiku kompas penunjuk arah, syukurlah aku tidak tersesat, meski dikala itu aku buta dalam mata yang terbuka. Dan disitulah aku sadar dimana jalan untuk kaki ini melangkah. Aku ingat betul, disaat kau menjadi marah, wajahmu memerah dengan tanduk dikepala, aku menjadi orang gila yang menertawakanmu tanpa berpikir bila ini terjadi masalah. Saking marahnya hingga tanduk dikepala munculkan api yang menyala-nyala, kau keluarkan jurus pemungkas dengan“pergi dan tinggalkan Kata Putus”. Sejam kemudian, Kau munculkan tanda tanya dikapala dengan banyak pertanyaan, kau periksa hasil tes ujian dengan menilai aku tak memiliki perasaan. Nyatanya kamu saja yang salah hai anak gadis orang, bahwa pemandangan yang sering dijumpai itu tidaklah menarik perhatian.hehehehe. seperti sinetron atu film layar lebar yang bila ditayang ulang tetap ceritanya akan sama.

tapi sejujurnya, kau guru terbaik, kau ajarkan tentang cara membangun hubungan yang tidak mudah rusak dan dilupakan. Kau ajarkan tentang bagimana menjaga hati meski dia kadang-kadang tidak dimengerti. meski jarang ber-sua, jarang temu suara, bertatap wajah tapi tak seperti yang biasanya, bahkan jarang diujung jari ini kita jumpai salam darinya. bahkan yang terpenting, kau ajarkan tentang bagaimana menjaga kenyamanan meski kita terus berada pada batas normal yang semestinya bukan disitu tempat kita.

Kau dan aku mengerti, Rasa membentuk grafik fluktuasi, kadang naik, turun dan naik, banyak warna terlintas diimajinasi dan pastinya satu yang akan di like. ada kuning, biru, merah, jingga  dan hijau yang berpelukan membentuk satu eksistensi. sebut saja itu pelangi dan bila berpisah pastinya satu yang paling terbaik. Dan kita paham, hijau belum tentu sama dengan hijau itu sendiri. Karena kita tahu, ini bukan tentang prinsip identitas, ini tentang kuantitas menuju transformasi kualitas.


#Catatan Akhir Tahun : Rabu 4 januari 2017, Hati Masih tetap terjaga pada ruang yang kadang orang lain tak dapat memahami.

Karena kita tahu, dimana ada yang menarik, mengusik, tidak asyik, semuanya adalah dialektik.

Congrotulations Hari Jadi Zhater’z-4114 yang ke-3. Doa terbaik ada direstunya Mereka-mereka.


karya: sutrisno koedoeboen

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah