Sarjana mudah. Prespektif kei



Sarjana Muda
Oleh : Mr. Navtalwang

Suatu masa akan tiba, di mana tak ada lagi kawan ataupun lawan. Sendiri berdiri diatas hamparan debu-debu jalanan. Menata arah pandangan lurus ke depan, penuh hasrat perjuangan.
Sorak-sorakan membahana disebuah ruangan, pertanda segerombolan manusia telah melaju, tinggalkan pembatas. Hiruk-piuk suatu tahapan perjalanan, kini sudah terlewatkan. Menyisahkan tetesan air mata berjatuhan di sudut ruang.  Segala penat mulai terkikis dan hilang satu per satu. Namun, di balik gerbang keluar, tersirat seribu tanda tanya. Sang waktu kembali jadi teman lama.
“Sarjana Muda” sapaan bagi Seorang lelaki (25th), saat selesai mengenakan Toga; yang berpendidikan tinggi dan memiliki pandangan tersendiri di mata kaum akar rumput (Grass Root). Sarjana menjadi hal terpopuler di Indonesia, yang Trend dengan banyaknya Pengangguran di kalangan ‘SM’ (sarjana muda) Uppzz, salahkah saya menulis begini atau salahnya Indonesia yang tiap tahun giat me-nganggur-kan Sarjana.
Di Indonesia timur atau tepat di kepulauan Kei, memiliki cerita menarik menyangkut sarjana. Mula-mula, kuliah di kampus keluarga, agar segala sesuatu serba ‘Keluarga’. Kemudian, waktu ujian di uji sama keluarga, berderet simbol penghalang piramid terterah dikertasnya (nilai keluarga). ending


Terkadang Sarjana Muda itu sering sombong, parsetan!. Intinya Saya dan Warga rindu, ingin cepat-cepat ada perubahan disekeliling kami. Janganlah cepat melebur dalam bingkai kesibukan, bila kau memang bukan Sarjana Muda seperti itu. Ajarkan Kami, demokrasi selain pemilu. Didik Kami, bila selama ini masih tetap keliru. Kami tidak percaya lagi sama orang-orang disana, mereka itu pembohong, Pembual besar!. Jika kau memang Sarjana Muda kami dan bukan golongan orang kayak mereka ‘Lembaga Terkorup’ atau Sarjana Muda yang mendapatkan hasil tertinggi yang dikuantifikasi dengan mengkotak-kotakkan kemampuan seseorang1 ataupun Sarjana Muda ala Iwan Fals.
Indonesia sudah 68th merdeka dan sampai saat ini, masih dikenal laee!. Di kepulauan Kei sudah mulai membuka pendafaran penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), yang berbanding terbalik antara kebutuhan dengan jumlah Sarjana Muda Lokal saja. Membengkak presentasi peserta sedangkan mengempes kebutuhan aparatur Negara. Lalu timbul pertanyaan, Siapa yang harus berperan ? dan Siapa yang mestinya disalahkan ?

Pastinya oknum-oknum dan kelompok tertentu yang bertanggung jawablah, hasil pengeluaran ‘puluhan juta’ di gantung sama pemegang kebijakan. Ditambah lagi budaya yang sudah menjamur di Kei “Harus jadi PNS”, sebab itu sudah jadi warisan turun-temurun Kita2. Selanjutnya mungkin lewat ‘Pintu belakang’ sebagai alternative, menghitung hari kata Melly Goeslaw, untuk lobi-lobi kepentingan 2014. Dynasty politik praktis memang kokoh sekali, layaknya togel yang melekat di Daerah Kei. Satu susah diberantas dan satunya lagi sudah menjadi budidaya masyarakat, budidaya rumput laut termarginalkan donk!.
Sebenarnya PNS itu bagus, cuman harus dilihat juga dari sisi-sisi yang lain. Syukur-syukur kalau punya keluarga di kantor walikota atau kantor bupati, bisa berpeluang tuk lolos. Tapi, kalau belum ada dan tidak pernah ada sama sekali, Welmom! Uang pendaftaran itu, mungkin sudah bisa untuk buat usaha kecil-kecilan. Kalau semua itu tidak berefek, jangan cepat putus asa. Kami ada disini, siap tuk di ajarin dan di didik sama Sarjana Muda, tapi jangan dimanfaatin. Biar begini, tapi kami orang lapangan yang berpengalaman.Lho;-)
Follow me  Twitter: @Navtalwangman
Selamat dan Sukses
Wisudawan dan Wisudawati
STIA DARUL RACHMAN
Tahun Ajaran 2013/2014

Penulis: w. Ra
1 Opini ; 03 april 2013.
2 Kau, dia dan mereka. Bukan saya.
.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah