Melawan lupa. Cerpen tetang apa arti sebuah nama

Melawan lupa!


Suatu masa, di mana berpetualang seorang anak laki-laki yang berusia 11 tahun, duduk dibangku kelas 6 Madrasah Ibtidayah. Berawal dari beberapa huruf yang tergores di belakang dinding mesjid ‘Emon’. Mereka sepakat untuk memberkian nama itu kepada si bocah, yang dikenal hingga detik ini.

5-sekawan, nama kelompok bandit-bandit kecil (3I-2W). Waktu itu, Emon begitu akrab dengan seorang anak perempuan. ‘Yuni’ namanya, anak perempuan yang manis dan lucu. Nakal menjadi pola interaksi, bila bertemu dengan anak perempuan itu. Saking jailnya, Ia pernah dikejar sama sapu kelas, oleh saudarinya. Memang galak anak perempuan yang satu ini,namanya Ulfa.

5-sekawan, kumpulan lima bocah nakal. Mereka memiliki perbedaan latar belakang, namun menjadi satu bila sedang bersama. Gambar lingkaran pada tanah dan butir-butir kelerang yang jadi saksi. Tetesan-tetesan air hujan, menjadi surga bagi mereka. ‘selunjuran’ nama salah satu permainan, yang paling mengasyikan kala hujan turun. Hanyut dalam kesenangan hujan-hujanan dan permainan kelereng yang menegangkan, telah lahirkan sebuah persaudaraan.

Suatu hari, giliran sekolah mereka didatangi para mantri. Mereka telah berencana untuk melarikan diri, sebelum monster-monster itu menginjakan kaki dilantai sekolah.“Ting-ting” bel masuk berbunyi. Bandit-bandit mulai beraksi. Satu per satu bergerak ke lorong. Tiba-tiba, Berteriak teman-teman perempuan ketika melihat mereka memanjat tembok sekolah. Teriakan itu, sampai terdengar oleh sang guru killer. Para gerombolan berlari ke arah timur, tepatnya menuju gedung dolog. Mereka sampai di depan dolog, dengan napas tak beraturan. Seketika Nampak dari ufuk barat, sebuah sosok badan besar dengan sebilah rotan jawa mengarah ke mereka. Serentak terdengar teriakan “kabbbuuurrr! Pak Yus dataaang..”

Sang guru kewalahan mengejar mereka. Beberapa saat kemudian, setelah yakin para monster berpakaian putih-putih sudah meninggalkan sekolah, mereka kembali ke sekolah dengan menerobos pintu mesjid. Melangkah kehalaman sekolah dengan lenggang kangkung, merasa seperti tak terjadi apa-apa. Belum sempat melangkahkan kaki di dalam ruang kelas, “Brrruuukkk…” para bandit tertangkap. Mereka kemudian di giring kedalam ruang kelas. Sosok badan besar tadi, telah berada di meja guru. Sambil mengulung-gulung lengan bajunya dan menghisap sebatang rokok dji sam soe yang digenggam dengan geram. Tak jauh dari tempat itu, tergeletak sebuah benda yang berbahan bambu. Dengan wajah memerah, sang guru menengok ke sudut ruangan. Mengambil sebilah rotan yang tadi dibawanya. Bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah