Seteguk kopi hitam

Kopi hitam telah menjadi sahabat mahasiswa pada zaman dahulu. Aroma kopi hitam seperti besi berani di hidung penyair penyair tua yang menyimpan sejuta ide. Di kalah malam menjelang seorang pria dengan sebut ayah itu pun memastikan rumahnya tetap aman dari berbagai peristiwa. kopi hitam tetap menjadi andalan seiring dengan generasi.
Setiap orang memiliki zaman dan jaman menentukan orang-orang di kemudian hari, tapi apa kah zaman melupakan aroma kopi di antara jus, teh, susu dalam meningkatkan supranubtrisi setiap pagi sore dan malam.
Tak tau seperti apa kopi itu bereaksi dengan spontanya di buruh di warung warung meski tempat itu kecil dan sederhana. Jika dia lelaki pasti menatnya kopi lalu bagaimana dengan wanita!


Komentar

Siti mengatakan…
Masih pendek
Tambahkan dong

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah