Penjelajah islam di dunia
Ibnu Batutah atau Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah
Suber:www.google.com
Ibnu batutah adalah tokoh islam maroko, pernah melalukan perjalan dagangan mengelilingi sebagian dunia. Ada berapa sumber mengatakan, dari misi ibnu batutah mengunjugi 44 (empat pulu empat) kerajaan muslim besar di dunia. Fakta yang menguat dalam sejarah nusantara batutah atau abu abdullah mengunjungi samudra pasai tepat pada kerajaan islam aceh.
raja pasai sangat sederhana ia menyambut rombongan kami dengan baik, selama disana kami dijamuh berbagai makanan. "rihslah Ibnu batutah".
Pada fakta yang lain, misi ibnu batutah mengunjungi nusantara untuk menyebar agama pada penduduk jawa sekaligus mengajarkan bacaan al-Qur'an. Setelah masuk nusantara khususnya pasai. batutah mendengar cerita reruntuhan penduduk majapahit yang berimigrasi dari pulau jawa menuju Pelosok timur nusantara.
secara kebetulan kepercayaan sebagian penduduk kepulauan kei. memiliki sebuah cerita bahwa seorang tokoh islam dikenal dengan sebutan datuk abdullah berkunjung di pulau ver kei besar kabupaten maluku tenggara propinsi maluku. Tokoh tersebut datang dari samudra pasai dengan sebuah perahu kayu, dalam perahu kayu tersebut ada beberapa awak kapal, meski begitu tak ada yang tahu berapa waktu rombongan datuk abdullah ini menetap. jelasnya penduduk Ver menyambut mereka dengan membawah buah kelapa, mangga pisang dll.
Sebelum melanjutkan perjalan lagi, keseharian datuk abdullah bersama rombongannya itu menyebarkan agama islam selain itu rutinitas tata cara sholat dan membaca Al-Qur'an di desa tersebut.
Datuk abdulah juga terkenal orangnya tidak pernah diam di tempat. Ia selalu mencari kesunyian menyelusuri pantai dan naik kebukit (vu'ar). Tiap kawasan yang di kunjungi datuk abdullah selalu memberi tanda perjalanannya. jika Ver kenal dengan mesjid tua, ada juga bererapa tempat di kei besar penduduknya percaya datuk abdullah pernah berkunjung dengan bekas peninggalannya seperti sumur tua, tanda kali di pohon kelapa dll.
Tak salah, bila kawasan maluku penghafal Al-Qur'an rata-rata dari desa (ohoi) ver, langgiar dan sungai. Kalau tempat lain biasa di sebut hafiz. Penduduk kei menyebut dengan kata (yaman ten) atau penghafal Al-Qur'an di kepulauan kei, bahkan dari segi administrasi penduduk ver sudah mengenal namanya ijasa penghataman Qur'an, biasanya ijasa di tulis dengan tangan dan tinta cap berwarna oleh sebuah benda yang dibakar pada pelitah.
Katanya cap tersebut dibawah oleh Habib Tarpol. Ia adalah salah satu tokoh terpengaruh di pulau kei. ketika itu berkunjung ketanah suci, sebuah stempel yang berbetuk cap. namun sumber lain mengatakan bahwa cap tersebut sama persisnya dengan cap stempel kerajaan islam. Ketika itu cap tersebut di tinggalkan oleh datuk abdullah.Wallahualam.
Apa datuk abdullah adalah Abu Abdullah Muhammad ( ibnu batutah). Mungkin iya! bisa juga tidak! Namun perjalanan inilah membuat kita mengalih sejarah bersama-sama!
dari penulis:
semoga ini membantu kita dalam membangun literasi evav.
raja pasai sangat sederhana ia menyambut rombongan kami dengan baik, selama disana kami dijamuh berbagai makanan. "rihslah Ibnu batutah".
Pada fakta yang lain, misi ibnu batutah mengunjungi nusantara untuk menyebar agama pada penduduk jawa sekaligus mengajarkan bacaan al-Qur'an. Setelah masuk nusantara khususnya pasai. batutah mendengar cerita reruntuhan penduduk majapahit yang berimigrasi dari pulau jawa menuju Pelosok timur nusantara.
secara kebetulan kepercayaan sebagian penduduk kepulauan kei. memiliki sebuah cerita bahwa seorang tokoh islam dikenal dengan sebutan datuk abdullah berkunjung di pulau ver kei besar kabupaten maluku tenggara propinsi maluku. Tokoh tersebut datang dari samudra pasai dengan sebuah perahu kayu, dalam perahu kayu tersebut ada beberapa awak kapal, meski begitu tak ada yang tahu berapa waktu rombongan datuk abdullah ini menetap. jelasnya penduduk Ver menyambut mereka dengan membawah buah kelapa, mangga pisang dll.
Sebelum melanjutkan perjalan lagi, keseharian datuk abdullah bersama rombongannya itu menyebarkan agama islam selain itu rutinitas tata cara sholat dan membaca Al-Qur'an di desa tersebut.
Datuk abdulah juga terkenal orangnya tidak pernah diam di tempat. Ia selalu mencari kesunyian menyelusuri pantai dan naik kebukit (vu'ar). Tiap kawasan yang di kunjungi datuk abdullah selalu memberi tanda perjalanannya. jika Ver kenal dengan mesjid tua, ada juga bererapa tempat di kei besar penduduknya percaya datuk abdullah pernah berkunjung dengan bekas peninggalannya seperti sumur tua, tanda kali di pohon kelapa dll.
Tak salah, bila kawasan maluku penghafal Al-Qur'an rata-rata dari desa (ohoi) ver, langgiar dan sungai. Kalau tempat lain biasa di sebut hafiz. Penduduk kei menyebut dengan kata (yaman ten) atau penghafal Al-Qur'an di kepulauan kei, bahkan dari segi administrasi penduduk ver sudah mengenal namanya ijasa penghataman Qur'an, biasanya ijasa di tulis dengan tangan dan tinta cap berwarna oleh sebuah benda yang dibakar pada pelitah.
Sumber:www.google.com
Katanya cap tersebut dibawah oleh Habib Tarpol. Ia adalah salah satu tokoh terpengaruh di pulau kei. ketika itu berkunjung ketanah suci, sebuah stempel yang berbetuk cap. namun sumber lain mengatakan bahwa cap tersebut sama persisnya dengan cap stempel kerajaan islam. Ketika itu cap tersebut di tinggalkan oleh datuk abdullah.Wallahualam.
Apa datuk abdullah adalah Abu Abdullah Muhammad ( ibnu batutah). Mungkin iya! bisa juga tidak! Namun perjalanan inilah membuat kita mengalih sejarah bersama-sama!
dari penulis:
semoga ini membantu kita dalam membangun literasi evav.
Komentar