Benua kei
BELAJAR DARI LELUHUR KEI
Pantai,lebetawi kota tual
Pelestarian
alam di kepulauan kei semenjak dahulu di tinggalkan dalam pesan leluhur atau
warwar "batang fo bok fid roa fid nangan fo it ni kes, ti yanat ubut ni
wahan soin." Menjaga sebaik baiknya tuju lapisan laut dan tuju lapisan
bumi untuk perbekalan di masa mendatang. Untuk anak cucuk
dan demi negeri tercinta.
mempunyai ciri-ciri yang sangat berbeda dengan
wilayah atau kota lain
di indonesia. melihat beberapa aspek baik fisik mau pun
sosial. Contoh, sebagian wilayah dari permukaan bumi dapat disebut sebagai
wilayah pertanian karena setiap orang di wilayah tersebut memiliki sebidang
tanah dengan luas tertentu, menanami tanahnya dengan tanaman tertentu, dan
memiliki alat-alat pertanian tertentu.
mereka
percaya bahwa bumi memiliki tuju lapisan tanah, begitu juga langit diatasnya,
keberadaan benua dibumi tuju dan samudra itu tuju. dinatara; benua amerika
serikat, benua amerika selatan, benua afrika, benua asia, benua australia,
benua eropa dan benua antartika. sedangkan dipisakan juga menjadi
tuju Laut Palung Mariana samudra pasifik, Palung Laut Puerto Rico samudra
atlantik, Palung Laut Cayman Way di laut karibia, Laut Palung Jawa samudra
hindia, Samudra Antartik adalah samudra yang terletak di bagian paling selatan
dari bumi, Laut Mediterania eropa utara, afrika selatan, Laut Artik Basin
samudra arktik.
Pelestarin bumi mulai di lakukan
dari negeri sendiri guna tidak membawah dampak pada daerah yang liannya. Jika ekositen
satu daerah rusak maka penduduk daerah tersebuah akan mencari daerah baru untuk
bercocok taman, hal yang demikian itu penduduk kei membagi wilaya menjadi 7
pelastarian lingkungan sebagaimana di jelaskan sebagai berikut:
1. Ohoi
2. Wirin (atau Ohoimurin)
4. Kait
5. Warain
6. Meen
7. Warain Vavoen (atau Yaat)
1. Ohoi adalah pusat pemukiman (kampung). Masing-masing kampung memiliki
nama tradisional (Woma) sendiri-sendiri, misalnya kampung Ohoiren dengan
nama Woma Elken. Kawasan ini sebagai area pemukiman, berbatasan langsung
dengan tepi laut / sungai (Ruat Met Wahan) dan Wirin atau
Ohoimurin.
2. Wirin (atau Ohoimurin) adalah kawasan penyangga kampung (Ohoi).
Diperuntukan bagi tanaman buah2an, sayur2an, obat2an dan area
pemeliharaan ternak. Juga ditanami pohon kelapa dan pohon2 tinggi lainnya yang
berfungsi untuk melindungi kampung.
3. Rok adalah kawasan kebun/ladang tetap yang diolah sepanjang tahun.
Diperuntukan bagi tanaman ketela pohon, ubi2an, kacang2an, sayuran, jagung,
pisang, juga palawija dan tanaman buah2an
4. Kait adalah kawasan kebun/ladang daur ulang yang digarap berpindah-pindah
dengan tenggang waktu 5-10 tahun. Cara demikian untuk memberi cukup waktu
bagi bekas lahan yang sudah diolah untuk dapat subur lagi sebelum digarap
kembali.
5. Warain adalah kawasan hutan produksi (rotan, kayu, bambu, dll). Kawasan ini
merupakan hutan penyanggah perkebunan dan sumber bahan
kerajinan/pertukangan/bangunan, juga berfungsi untuk menyimpan air tanah.
6. Meen adalah kawasan hutan bertanah basah. Kawasan ini hanya terdapat di
area-area tertentu dan berhimpit dengan kawasan Warain ataupun kawasan Warain
Vavoen. Kawasan Moen merupakan kawasan yang subur bagi
pohon-pohon sagu, rotan, dan tanaman obat2an.
7. Warain Vavoen (atau Yaat) adalah kawasan hutan lindung.
Sebagai hutan lindung, kawasan ini berfungsi menjaga ketersediaan air,
dan lahan perburuan binatang hutan. Kawasan hutan lindung untuk pelestarian
sumber2 air & perlindungan margasatwa. Terdapat banyak kayu2 keras / pohon2
besar termasuk tumbuhan obat2an, pinang hutan, dll. Kawasan ini dijaga /
dipelihara kelestariannya.
1. Ruat Met Soin : Kawasan pantai kering (tepi pantai). Lahan tambat perahu dan kegiatan2
persiapan melaut.
2 Met : Kawasan pantai kering pada saat air surut. Di saat air surut besar (musim
meti kei), pantai kering dapat mencapai ratusan meter menjorok ke laut Di
kawasan ini terdapat banyak ikan2 kecil, siput / kerang, kepiting, dll.
3. Ubun Hangar : Kawasan laut dangkal dipenuhi terumbu karang dan tumbuhan laut, tempat
berbagai ikan hias, kakap, penyu kecil, baronang dan ikan2 karang lainnya,
sekaligus menjadi tempat berkembang-biak berbagai jenis ikan, lola, teripang,
dsb.
Kawasan penyanggah pantai /
pelindung pulau terhadap pukulan ombak / arus laut sehingga merupakan daerah
yang dilindungi / wajib dijaga kelestariannya.
4. Nuhan : Kawasan laut dalam sedang. Terdapat batu2 karang besar
dalam jumlah yang banyak dan berbagai macam ikan sedang sampai besar, yang
hidup di dasar laut maupun di permukaan laut (kerapu, penyu, bubara, tenggiri,
serui, dll). Kawasan ini juga dilindungi.
5. Faruan : Kawasan laut dalam (kurang lebih 1 kilometer dari
daratan) tempat hidup ikan2 besar laut dalam (hiu besar, paus, dll)
6. Nam : Kawasan laut lepas (kurang lebih 5 kilometer dari
daratan).
7. Tahit Ni Wear: Kawasan laut bebas (kurang lebih 10 kilometer dari daratan). Disinilah
batas wilayah petuanan laut suatu kampung (rumpun adat kecil), dan selebihnya
merupakan wilayah laut milik bersama seluruh penduduk negeri (Tahit Ni Wear :
Laut Kepunyaan Air).
Kita meneladani kearifan yang dimiliki oleh pendahulu-pendahulu kita yakni
Teteen Evav.
Keteladanan membangkitkan alam pikiran sadar seseorang. Dengan keteladanan,
orang akan berbuat sesuatu bukan atas dasar perintah atau permintaan dari orang
lain, melainkan perintah atau permintaan yang timbul dari kesadaran dirinya
sendiri.
Jadilah teladan bagi orang lain
supaya merekapun menjadi teladan bagi yang lainnya. Teladan yang baik akan
menyenangkan hati.
Alam dan lingkungannya diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk sebesar-besarnya kesejahteraan hidup umatNya.
Alam dan lingkungannya diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk sebesar-besarnya kesejahteraan hidup umatNya.
Menjaga dan memelihara alam dan lingkungannya adalah pelaksanaan iman kita
kepada Allah SWT.
Daftar Pustaka: EvavGreen, Kota Tual & Mahasiswa STIE Umel Tual

Komentar