Relasi Outfit dan Make Up terhadap tindakan Sexual Harassment dan Cat Calling
Vat-Vat S.W

 Para konsumen produk-produk kecantikan dan fashionista squad semakin merasa insecure dengan beredarnya lagu "berjudul Variasi Pink yang dinyanyikan oleh Jason Ranti" mejadikan lagu ini sebagai isu dalam kasus kekerasan seksual yang marak terjadi di lingkungan masyarakat. Pasalnya pakaian dan riasan dianggap oleh society sebagai pemicu terjadinya pelecehan, apa karena terlampau seksi atau terlalu menor. kedua hal ini diduga dapat merangsang pikiran pelaku untuk berperilaku binatang, seperti melakukan kejahatan seksual. Lah, bukannya pelaku harus dibasmi malah korban yang disalahkan, aya aya wae. 
 Saya salah satu orang yang knowing every particular object alias KEPO maka tak butuh waktu lama untuk mendapatkan informasi terkait. Dikutip dari catatan Lentera Sintas Indonesia tercatat korban yang menggunakan rok panjang dan celana panjang sejumlah (18%), baju seragam sekolah (16%), baju longgar (14%), berhijab (17%) dan bercadar (0,17%). Can you imagine it ? bahkan sampai pengguna hijab dan cadar pun masih termasuk dalam kategori korban pelecehan. mirisnya mereka hampir mendominasi …….. Jadi berdasarkan hasil survei diatas, apa masih ada yang menempatkan perempuan pada posisi pemicu atau pelaku pelecehan ? pada hal sudah jelas mereka adalah korban dan tak ada korban yang mengundang untuk di lecehkan. pelecehan itu sendiri terjadi karena niat pelaku yang hendak melecehkan.
 Weslly Johannes salah satu penulis asal Maluku favorit saya pernah menuliskan bahwa “lelaki yang sering berkomentar menyalahkan penampilan perempuan mulai dari (pilihan pakaian, penggunaan riasan seperti bentuk alis, warna lipstick dsb) adalah laki-laki yang tak sanggup mengendalikan dirinya sendiri. Padahal lelaki punya rasio, nah gunakanlah untuk mengendalikan dirimu wahai lelaki. Setidaknya kau dapat menciptakan sedikit jarak antara dirimu dengan binatang-binatang buas yang ada di rimba, tak punya kendali atas dirinya. lagi pula, apa kah kebebasan berpikir manusia dapat dikurung atau dengan mudah bisa diatur-atur dengan hanya menggunakan sepotong kain ? atau polesan lipstick ? tentu tidak bukan ? akan sangat aneh bila perempuan harus bersalah karena kau sendiri yang terlalu lemah untuk mengendalikan dirimu, itu sangat tidak manusiawi” unggah Weslly.
 Sependapat dengan tulisan kak Weslly, saya sebagai representasi dari beberapa perempuan senang menggunakan riasan dan pakaian dengan ragam bentuk membantah opini bahwa apa yang kami gunakan itu semata-mata untuk seeking for attention. hei .. semua itu kami tujukan untuk diri kami sendiri, we do it for ourselves. Untuk apa ? ya, tentu saja untuk kebahagiaan kami sekaligus sebagai simbol kebebasan bahwa kami berhak memenuhi self satisfaction dengan menggunakan apapun yang kami sukai.

Tual 14 desember 2019
Roretan coretan perempuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah