Said Perinta-Hi.Said
Said Perinta-Hi.Said
pada tahun 1602 para pedagang belanda di negeri belanda mengirimkan verenigde oost indische compagnie VOC dengan tujuan menguasai perdagangan dari hasil komoditi di bumi indonesia kususnya maluku. melalui jalur dagang belanda juga ikut campur tangan dalam urusan pemerintahan termasuk penggantian kata (Hi la'ai atau U la'ai) dangan raja di kepulauan kei. Tujuan untuk mendapatkan monopoli (pembeli dan menyelur tunggal) perdagangan, oleh sebab itu kelompok bangsawan diaduh domba untuk memperoleh kemudahan dalam perdagangan mengumpulkan pajak dari hasil petani, kerja paksa, dan pembelian hasil dengan murah.
Seperti portugis ke nusantara sekitar tahun 1486, bukanlah faktor baru dalam hubungan antar daerah di indonesia. mereka mengambil keuntungan dalam perselisihan dan persaingan antar daerah untuk memperkuat kedudukan sendiri. misalnya ketika orang portugis datang ke maluku, hitu dan seram sedang bertikai dan portugis memihak kepada hitu. hal yang sama terjadi pada penduduk di kepulauan kei. yaitu kelompok (ur siu) yang ketika itu sedang bersaing dengan (lor lim). Masing masing kelompok tidak ada yang mengalah. Maka melalui kelompok ketiga supaya mempersatukan ( ur liu, lor lim) sebagai mana (patisiwa patilima) di ambon.
Bukan saja itu, dari hampir keseluruan sumber sejarah menyebutkan bahwa petualangan pelaut pelaut eropa ke dunia baru pada abad ke 14 dan abad ke-16 didorong oleh tiga hal yaitu:
1. gospel, melaksanakan tugas suci penyebaran agama
2. gold, mencari harta kekayaan
3. glory, mencari kerajaan dan kekuasaan
Dari ketiga tujuan di atas ada kemungkinan bahwa pada aspek gospel dipengaruhi oleh dendam karena sebelumnya selama berabad-abad bangsa eropa dikuasai oleh kerajaan islam yaitu Turki. maka gambaran yang sama seolah-olah memberikan suatu motivasi bagi para pelaut untuk tidak menyerah dalam penyebarannya. Pater fransiscus Xaverius orang paling berjasa dalam penyebaran agama eropa di kepulauan kei pada hal penduduk kepulauan kei sebagian besar telah memeluk agama islam. Meskipun menyebaran agama eropa lebih sulit kebanding daerah yang belum memeluk agama seperti minahasa, pedalaman kalimantan, irian jaya. Pater selalu memiliki cara agar mempengaruhi masyarakat di maluku sampai kepulauan kei untuk memeluk agama eropa.
Kususnya belanda telah di sentil diatas dalam penyebaranya agama di kepulauan kei tidaklah seagresifnya kelompok eropa lain. Seperti portugis, spayol dan inggris. belanda selalu menggunakan langka dengan jenis kelaminnya guna untuk cepat menyatuh dengan penduduk pribumi. Setelah monopoli tugas seterusnya adalah membangun benteng-benteng di tepi pantai guna mengamankan kekayaan sekaligus pendisdribusian tunggal di jalankan.
bukti sejarah yang hampir punah yaitu teluk (kir tahyat) tempat kapal belanda berlabu diantara Fair Tual, Di bangun pula jembatan besih antar Fair Langgur sebagai punghubung. USDEK satu-satu penghubung langgur dan tual. Jembatan dibuat dari kayu besi dulunya.
Ada beberapa alasan pembangunan jembatan itu:
1. Mempercepat kegiatan ekonomi sekaligus simbol sejarah
2.mempermudah pencarian pemberontakan dari pulau ke pulau.
kenapa harus kepulauan kei...!!!
Dalam literatur sejarah Maluku, hanya di sentil beberapa daerah saja sebagai bagian terpenting dalam sejarah. Tokoh-tokoh pun di buat untuk di perdebatkan. (Anthonnie Rhebok, Thomas pattiweal, Lukas Lattumahina, SAID PERINTAH, Paulus Tiahahu dan ULUPAHA).
Bukan untuk mau menebar hoax atau apa pun itu, saya ingin sampaikan bahwa tanggal 16 desember 1817 saat pattimura di hukum gantung bersama Anthonie Rhebok, Thomas pattiwael, dan Raya Tiow. Ada pun tokoh lain. Namun Nama seperti Said tak ada dalam daftar hukuman gantun. Maka dari sini saya ini menyandingkan ceritakan oleh Alm. Tete Yusuf ingrat. Beliau berkata "dulu ko pu tete-nene moyang itu memperjuangkan bangsa indonesia ini dengan mengorbankan harta benda sekaligus kedudukan mereka." beliau juga menyampaikan Satu war war (pesan) fakrehe it na'a u, hof ngari fo it lai (berperang harus di muka dan perbicara haruslah duluan) lantas itu yang menjadi penasaran saya untuk terus dan tidak henti-hentinya menggali sejarah.
Saya bukan mengklem Pahlawan Said Peritah ada kemiripan cerita tentang cerita Hi. Said anak seorang Hi La'ai (pembesar) yang bernama Koyai Rusbe tinggal di kepulauan kei besar, karena intervensi kolonial pabak Hi. Said menolak menjadi raja yang di bentuk oleh kolonial belanda, iya hanya ingin tetap menjadi Hi La'ai. Maka penyerahan raja itu di serahkan kepada marga Refra di desa Nerong. Hi. Said sendiri meninggal di pulau tayando bersama perjuangan Ahmad Lussy atau kapitan pattimura. Oleh sebab itu kisah Lembe-Lembe tayan-do maule tak salah bukan bila di jadikan kisah perjuangan Hi. Said bersama pattimura!
Komentar