Proposal Analisis Rasio Rentabilitas, Rasio Aktivitas dan Rasio Operasional Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Hotel Aurelia Langgur Maluku Tenggara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “Analisis Rasio Rentabilitas, Rasio Aktivitas, Dan Rasio Operasional untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada Hotel Aurelia By Kimson Kabupaten Maluku Tenggara Periode 2014-2016”.
Penyusunan Skripsi ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam mencapai Gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Umel Tual.
Penulis menyadari ketidaksempurnaan Skripsi ini tanpa ada bimbingan, motivasi, saran, kritikan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.         Ibu. Hj. Syamsiah Ingratubun, S.Pd.I., M.Si, selaku Ketua Yayasan Muhammad Thaha Tual.
2.         Bapak Dr. H.Muhammad Husni Ingratubun, SE.,SH.,MM.,MH, selaku Ketua STIE Umel Tual.
3.         Bapak Thomas. E.V Rahajaan, S.Sos., M.AB, selaku Wakil Ketua I STIE Umel   Tual.
4.         Bapak Amba N Rettob, SE., MM, selaku Ketua Program Study Manajemen.
5.         Bapak Sam. T. Rahajaan, SE., MM, selaku Pembimbing I, yang telah memberikan masukan, arahan dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini.
6.         Ibu Samsiah. A. Borut, SE., M.Si, selaku pembimbing II, yang telah meluangkan waktu untuk memberikan arahan dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini.
7.         Seluruh Civitas Akademika STIE Umel Tual.
8.         Pimpinan Hotel Aurelia By Kimson Langgur Maluku Tenggara, yang telah mengijinkan penulis untuk meneliti dan mengambil data di Hotel Aurelia By Kimson Langgur Maluku Tenggara sebagai objek penelitian penulis.
9.         Kedua orang tua tercinta Ibunda Aisha Renngur dan Bapak Abd. Wahab Renngur beserta Adik-Adikku (Musa, Lala, dan Acel) yang senantiasa memberikan segala rasa kasih sayang, doa restu yang tulus, dukungan serta pengorbanan yang tiada ternilai.
10.      Sahabat-sahabatku sasusii (Almarhumah sari, sandrima, suryani, sifa, sitti, irma) yang telah banyak memberikan dukungan, motivasi dan semangat, sampai terselesaikannya skripsi ini.
11.      Teman-Teman Konsentrasi Keuangan Viny, Risye, Marni, Angki, Jovan, Poly, hamid, yang bersama-sama ........
12.      Kekasih Anwarudin Ingratubun...........
13.      Seluruh Sahabat/Sahabati dan teman-teman yang telah memberikan semangat dan dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.
14.      Semua pihak yang terkait dalam penulisan ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu.
              Penulis menyadari akan banyak kekurangan yang terdapat dalam skripsi ini, sehingga saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk pengembangan skripsi ini, semoga Penulisan ini dapat memberi manfaat dan kebaikan bagi semua pihak yang membutuhkan.

Tual,     September  2017      
                                    

                                              Penulis



















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................... i
LEMBAR PERSETUJUAN........................................................................... ii
KATA PENGANTAR...................................................................................... iii
DAFTAR ISI...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR......................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN
         1.1.   Latar Belakang............................................................................... 1
         1.2.   Batasan Masalah.......................................................................... 5
         1.3.   Rumusan Masalah....................................................................... 6
         1.4.   Tujuan Penelitian.......................................................................... 6
         1.5.   Manfaat Penelitian........................................................................ 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
         2.1.   Landasan Teori dan Kajian Penelitian Terdahulu.................. 8
                  2.1.1.   Landasan Teori................................................................. 8
                              2.1.1.1.   Laporan Keuangan........................................... 8
                              2.1.1.2.   Analisis Laporan Keuangan............................ 21
                              2.1.1.3.   Rasio Keuangan................................................ 28
         2.2.   Penelitian Terdahulu.................................................................... 36
         2.3.   Hubungan Antar Variabel Penelitian........................................ 37
         2.4.   Kerangka Konsep......................................................................... 39
         2.5.   Hipotesis......................................................................................... 39
BAB III METODE PENELITIAN
         3.1.   Lokasi dan Waktu Penelitian...................................................... 40
         3.2.   Jenis Penelitian............................................................................. 40
         3.3.   Metode Pengumpulan Data........................................................ 40
         3.4.   Populasi dan Sampel................................................................... 41
         3.5.   Sumber Data Penelitian............................................................... 41
         3.6.   Metode Analisis Data.................................................................... 43
         3.7.   Definisi Operasional Variabel..................................................... 47
DAFTAR PUSTAKA















DAFTAR TABEL

1.1.   Keterangan dari Kamar......................................................................... 4
2.2.   Penelitian Terdahulu............................................................................. 36




















DAFTAR GAMBAR

2.4.   Kerangka Konsep.................................................................................. 39































 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang

          Perkembangan teknologi yang terus meningkat dengan pesat menyebabkan  semakin diperlukannya keahlian dalam menganalisis laporan keuangan. Untuk itu  manajer dituntut memilih informasi dalam jaringan yang luas untuk mengetahui kondisi perusahaan saat ini maupun perkiraan kondisi dimasa yang akan datang. Dengan menganalisis laporan keuangan akan membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam memilih dan mengevaluasi informasi, sehingga setiap perusahaan dituntut untuk dapat meningkatkan daya saingnya masing-masing.     
menurut Munawir (2004:2), "laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tata atau aktivitas perusahaan tersebut”.
          Laporan keuangan merupakan sumber informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan ini menggambarkan semua data keuangan yang relevan dan telah ditetapkan prosedurnya sehingga laporan keuangan dapat diperbandingkan agar tingkat akurasi analisis dapat di pertanggungjawabkan. Data keuangan tersebut dianalisis lebih lanjut sehingga akan diperoleh informasi yang dapat mendukung keputusan yang dibuat.
Analisis dan interprestasi keuangan mengkategorikan beberapa teknik dan alat analisis yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pihak intern dan ekstern yang terkait dengan perusahaan. Bagi manajemen, informasi yang diperoleh itu berfungsi sebagai salah satu bahan pertimbangan dasar dalam proses pengambilan keputusan, pengkoordinasian dan pengendalian perusahaan.
Irham (2011) menyatakan bahwa kinerja keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan dengan menggunakan aturan-aturan pelaksanaan keuangan secara baik dan benar. Seperti membuat suatu laporan keuangan yang memenuhi standar dan ketentuan dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) atau General Accepted Accounting Principle (GAAP) dan lainnya.
Menurut Umar (2000), cara mengukur kinerja keuangan suatu perusahaan dapat ditentukan beberapa alat analisis yaitu rasio keuangan, tingkat kebangkrutan Usaha (Z skor), penilaian  harga  saham  dipasar  modal.
Dalam melakukan pengukuran kinerja keuangan, setiap perusahaan memiliki ukuran yang bervariasi sehingga antara perusahaan yang satu dan perusahaan yang lainnya berbeda. Ukuran yang sering digunakan dalam mengukur kinerja perusahaan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan.
Kasmir (2011) menyatakan rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode.
Khalis (2010) menyatakan analisis rasio merupakan suatu metode analisis untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu yang terdapat dalam laporan keuangan baik secara individual maupun kombinasi berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Berdasarkan pengertian tersebut analisis rasio keuangan adalah salah satu teknik analisis laporan keuangan yang menggambarkan hasil perbandingan antara pos satu dengan pos lainnya dengan menunjukkan keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan dalam rangka mengukur kinerja keuangan perusahaan.
         Menurut Wiyasha (2010), “Hotel adalah bangunan yang khusus disediakan bagi orang untuk dapat menginap atau  istirahat,  memperoleh pelayanan dan atau fasilitas lainnya dengan dipungut bayaran.”
Hotel Aurelia By Kimson berada di langgur Kabupaten Maluku Tenggara dinilai merupakan hotel dengan mengutamakan pelayanan yang baik, dengan menawarkarkan 4 (empat) type dari kamar yaitu Vip Room, Deluxe Room, Semi Deluxe, dan Standard Room dengan Harga yang bervariasi sesuai kualitas kamar.
Para pengelola Hotel Aurelia By Kimson harus berusaha sebaik mungkin dalam memanfaatkan pasar yang ada dengan memberikan pelayanan yang baik kepada para tamunya. tingkat persaingan yang tinggi di bidang jasa perhotelan menyebabkan konsumen memiliki banyak pilihan sehingga menuntut pihak hotel untuk menciptakan keunggulan kompetitif.
Menurut Assauri  (2009: 167) Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk tetap hidup dan berkembang, tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan. Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan, Usaha ini hanya dapat dilakukan apabila perusahaan dapat mempertahankan dan meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari dan membina langganan, serta usaha menguasai pasar. jika itu sudah terjadi maka dapat dipastikan perusahaan akan mendapatkan laba yang maksimal. Jika pemasaran produk yang dilakukan tidak atau kurang tepat maka akan terjadi penurunan penjualan yang akan memberi dampak penurunan pendapatan yang diterima oleh perusahaan.
Pesatnya pertumbuhan bisnis perhotelan mengakibatkan Hotel Aurelia By Kimson mengalami keuntungan/laba yang kecil. Dilihat dari Tabel 1.1










Tabel 1.1
Tahun
2014
2015
2016
Laba
   590.000.000
   674.000.000
   656.000.000
Laba bersih setelah pajak



Total Modal
1.590.000.000
2.264.000.000
2.920.000.000
Pendapatan Kamar
1.800.000.000
1.980.000.000
2.100.000.000









Tahun
LABA
Laba Bersih Setelah Pajak
Total Modal
2014
   590.000.000
   674.000.000
   656.000.000
2015



2016
1.590.000.000
2.264.000.000
2.920.000.000
Pendapatan Kamar
1.800.000.000
1.980.000.000
2.100.000.000









Sumber : Hotel Aurelia By Kimson 2017

Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik mengangkat judul penelitian yaitu: “Analisis Rasio Rentabilitas, Rasio Aktivitas dan Rasio Operasional Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Hotel Aurelia by Kimson Langgur Maluku Tenggara”.

1.2.    Batasan Masalah
          Penelitian ini di batasi pada rasio - rasio keuangan antara lain :
1.    Rasio Rentabilitas dibatasi pada:
a.     Rentabilitas Ekonomi periode 2014 – 2016.
b.     Rentabilitas Modal Sendiri periode 2014 - 2016.
2.    Rasio Aktivitas dibatasi pada :
a.    Perputaran persediaan (Inventory turnover) periode 2014 – 2016.
3.    Rasio Operasional dibatasi pada :
a.    Rata-rata harga kamar harian (Avarage Daily Rate) periode 2014-2016.
b.    Pendapatan per kamar (Revenue Per Available) periode 2014–2016.
c.    Persentase tamu yang bayar (Paid Occupancy Percentage) periode 2014–2016.

1.3.    Rumusan Masalah
          Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam  penelitian ini adalah  “Bagaimana kinerja Keuangan Hotel  Aurelia By Kimson Maluku Tenggara” Periode 2014–2016.

1.4.   Tujuan Penelitian
          Berdasarkan rumusan permasalahan diatas, maka yang menjadi tujuan   penelitian ini adalah “Untuk mengukur kinerja keuangan Hotel Aurelia By Kimson Langgur Maluku Tenggara” Periode 2014–2016.

1.5.   Manfaat Penelitian
1.     Praktis
a.    Bagi penulis, dapat mempelajari bagaimana cara menginterprestasikan dan menambah wawasan dalam menganalisis laporan keuangan pada suatu perusahaan.
b.    Bagi Hotel Aurelia by Kimson,  Hasil penelitian ini Sebagai bahan pertimbangan dan informasi  bagi manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan kinerja dan memprediksi prospek usaha di masa mendatang.
2.     Teoritis

a.    Bagi Peneliti selanjutnya, Penelitian ini dapat dijadikan pula sebagai bahan referensi bagi peneliti mendatang yang ingin mengkaji masalah yang sama.
 b.   Bagi Lembaga, hasil penelitian ini bermanfaat untuk memperkarya studi tentang ekonomi manajemen keuangan, dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan










BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1.     Landasan Teori dan Kajian Penelitian Terdahulu
2.1.1.     Landasan Teori
2.1.1.1.    Laporan Keuangan
a.      Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan pertanggung jawaban keuangan pimpinan atas perusahaan mengenai kondisi keuangan dan hasil-hasil operasi perusahaan. Pada hakekatnya, laporan keuangan merupakan hasil akhir dari kegiatan perusahaan yang menggambarkan performa atau kinerja keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.
Laporan Keuangan perusahaan berisi informasi tentang prestasi perusahaan di masa lalu sehingga dengan adanya laporan keuangan tersebut, dapat memberikan petunjuk bagi perusahaan dalam menentukan kebijakan dimasa yang akan datang. Laporan keuangan sangatlah penting bagi perusahaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dengan adanya laporan keuangan dapat menggambarkan posisi keuangan yang telah dicapai oleh suatu perusahaan. Berikut ini akan diuraikan beberapa definisi menurut beberapa ahli:
Menurut Baridwan (2000: 7) mendefinisikan laporan keuangan adalah hasil akhir dari suatu proses pencatatan yang merupakan suatu ringkasan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
 Menurut Bambang (2004 : 327), mendefinisikan Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: “Laporan Finansial (Financial Statement), memberikan ikhtisar mengenai keadaan financial suatu perusahaan, dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi dan laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi suatu periode satu tahun”.
Selanjutnya menurut Munawir (2004:2), "laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan tata atau aktivitas perusahaan tersebut”.
Dari definisi-definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah laporan yang menyajikan informasi yang akan digunakan oleh pihak - pihak yang berkepentingan dengan posisi keuangan, kinerja perusahaan, perubahan ekuitas, arus kas dan informasi lain yang merupakan hasil dari proses akuntansi selama periode akuntansi dari suatu kesatuan usaha.

b.        Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan menurut standar akuntansi keuangan yang dikutip oleh Sawir (2005:2) adalah :
a.     Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
b.    Memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.
c.    Menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
d.    Memberikan informasi tentang jenis, jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan saat ini.
e.    Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode.
f.     Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan netto dari kekayaan sebagai hasil dari aktivitas usaha.

c.         Jenis dan bentuk - bentuk laporan keuangan
Pada dasarnya laporan keuangan yang lazim disediakan oleh perusahaan terdiri dari lima jenis laporan dimana laporan tersebut memberikan informasi yang berguna bagi kebutuhan pemakai diantaranya mengenai posisi keungan perusahaan yang dilengkapi dengan catatan–catatan atas laporan keuangan.
          Lebih jelasnya akan dijelaskan pengertian dari jenis – jenis laporan keuangan :
1.     Neraca/balance sheet
Munawir (2002, hal 13) mendefinisikan, “ Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu”.
          Helfert yang diterjemahkan oleh Wibowo, H. (1997, hal 14) mendefinisikan, “Neraca disebut sebagai laporan kondisi keuangan atau laporan posisi keuangan, yang harus selalu seimbang karena total aktiva yang diinvestasikan perusahaan pada suatu waktu, menurut, tepat sama dengan kewajiban dan ekuitas pemilik yang mendukung aktiva tersebut”.
Munawir (2002) menyatakan, “Neraca terdiri dari tiga bagian utama yaitu aktiva, hutang dan modal”.
a.    Aktiva
1.    Aktiva Lancar
Adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat diharapkan untuk dicairkan atau ditukarkan menjadi uang tunai, dijual atau  dikonsumer dalam periode berikutnya (paling lama satu tahun atau dalam perputaran kegiatan perusahaan yang normal).
2.    Aktiva tidak lancar
Adalah aktiva yang mempunyai umur kegunaan relatif permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak akan habis dalam satu kali perputaran operasi perusahaan)

b.     Hutang
Semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dimana hutang ini merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan kedalam hutang lancar (hutang jangka pendek) dan jangka panjang.
1.    Hutang lancar atau hutang jangka pendek
Adalah kewajiban keuangan perusahaan yang pelunasannya atau pembayaran akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki oleh perusahaan.
2.    Hutang jangka panjang
Adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).
c.      Modal

Adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjukan dalam pos modal (modal saham), surplus dan yang ditahan.

2.      Laporan Laba – Rugi/Income Statement
          Jenis laporan keuangan yang kedua pada dasarnya adalah laporan laba rugi/income statement yang menggambarkan hasil operasi normal perusahaan.
          Munawir (2002) mendefinisikan, “laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan biaya, laba-rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Walaupun belum ada keseragaman tentang susunan laporan laba-rugi bagi tiap-tiap perusahaan, namun prinsip-prinsip yang umumnya diterapkan adalah sebagai berikut :
  1. Bagian yang pertama menunjukan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagangan atau memberikan service) diikuti dengan harga pokok dari barang/service yang dijual, sehingga diperoleh laba kotor.
  2. Bagian kedua menunjukan biaya-biaya operational yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum/administrasi (operating expenses).
  3. Bagian ketiga menunjukan hasil-hasil yang diperoleh di luar operasi poko perusahaan, yang diikuti dengan biaya-biaya yang terjadi diluar usaha pokok perusahaan (non operating/financial income dan expenses).
  4. Bagian keempat menunjukan laba atau rugi yang insidentil (extra ordinary gain or loss) sehingga akhirnya diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.

3.      Laporan Arus Kas/Statement of Cash Flows
          Jenis laporan keuangan yang ketiga yaitu laporan arus kas yang menunjukkan aliran kas yang terjadi pada perusahaan pada suatu periode tertentu.
          IAI (2004, 2.1) menyatakan, “Kegunaan informasi arus kas yakni jika digunakan dalam kaitannya dengan laporan keuangan yang lain, laporan arus kas dapat memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang”.
          IAI (2004, 23-25) menyatakan, “Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut:
  1. Aktivitas Operasi
Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar.
  1. Aktivitas Pendanaan
Pengungkapan terpisah arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan perlu dilakukan sebab berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan”.
          IAI (2004,2.12) menyatakan, “Perusahaan harus melaporkan arus kas dari aktivitas operasi dengan menggunakan salah satu dari metode berikut:
a.    Metode langsung
Dengan metode ini kelompok utama dari penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto diungkapkan;atau
b.    Metode tidak langsung
Dengan metode ini laba atau rugi bersih disesuaikan dengan mengoreksi pengaruh dari transaksi bukan kas, penangguhan (deferral) atau aktual dari penerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa lalu dan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yang berkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan”.

4.      Laporan Perubahan Ekuitas
          Jenis laporan keuangan yang keempat yaitu laporan perubahan ekuitas yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada ekuitas pemilik selama periode tertentu.
          Menurut Helfert et al (1997, hal 20) mendefinisikan, “Laporan keuangan yang keempat yang biasa disusun oleh perusahaan adalah suatu analisis tentang perubahan utama perkiraan modal pemilik atau kekayaan bersih selama suatu periode tertentu”.

5.      Catatan atas Laporan Keuangan (Notes to Financial Statements)
          Jenis laporan keuangan yang terakhir yaitu catatan atas laporan keuangan yang menyajikan mengenai kebijakan akuntansi perusahaan maupun perubahannya dan catatan mengenai akun-akun secara rinci.
          IAI (2004, 1.17-18) menyatakan, “Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan. Catatan dalam laporan keuangan mengungkapkan :
1)    Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting.
2)    Informasi yang diwajibkan dalam pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.
3)    Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar”.

d.      Pemakai Laporan Keuangan
          Laporan keuangan akan memberikan berbagai manfaat kepada berbagai pihak. Munawir (2007:7) menjelaskan masing-masing pihak mempunyai kepentingan tersendiri terhadap laporan keuangan tersebut. Adapun pihak - pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan, yaitu :
a.         Manajemen
Membutuhkan informasi akuntansi keuangan, selain sebagai dasar perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan keuangan, operasi dan investasi, juga diperlukan dalam rangka untuk penentuan insentif atau bonus, penilaian kinerja atau menentukan profitabilitas perusahaan dan distribusi laba.
b.         Investor, Kreditur dan Pemegang saham
Pihak-pihak yang menginvestasikan modalnya membutuhkan informasi tentang sejauh mana kelancaran aktivitas dan profitabilitas perusahaan, potensi deviden, karena dengan informasi tersebut pemegang saham dapat memutuskan untuk mempertahankan sahamnya, menjual atau bahkan menambahnya.
c.         Supplier dan Lender
Pemasok dan pemberi pinjaman dalam pengambilan keputusan dalam memberi kredit atau tidak, mereka akan mempertimbangkan profitabilitas dan aktivitasnya. Mereka tidak hanya membutuhkan laporan keuangan untuk mengetahui informasi-informasi tersebut tetapi juga berkeinginan untuk memonitor metode akuntansi yang digunakan.
d.         Pemerintah
Pemerintah memerlukan informasi akuntansi keuangan dalam rangka untuk :
      Mengetahui peningkatan pendapatan, misalnya dari pajak penghasilan, pajak penjualan, pajak pertambahan nilai, dan pajak kekayaan.
      Untuk memonitor pelaksanaan kontrak-kontrak pemerintah, misalnya penentuan penggantian dalam kontrak cost-plus, atau untuk memonitor keuntungan pelaksanaan bisnis pemerintah.
      Penentuan tarif, misalnya tarif listrik dan tarif telepon.






e.         Karyawan
Karyawan secara jelas mempunyai kepentingan untuk memonitor variabel – variabel yang berbasis laporan keuangan antara lain tentang penjualan dan laba perusahaan.

e.      Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan 
Menurut Prastowo dan Yuliaty (2002:7) bahwa laporan keuangan yang berguna bagi pemakai mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.     Dapat dipahami  
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahan untuk segera dapat dipahami oleh pemakai maksudnya yaitu pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas dan bisnis, akuntansi serta kemampuan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. 
2.     Relevan
Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas yang relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan atau mengkoreksi hasil evaluasi mereka dimasa lalu.
3.     Keandalan      
informasi memilik kualitas andal (realiable) jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainnya sebagai penyajian yang tulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau secara wajar diharapkan dapat disajikan.
4.     Dapat dibandingkan    
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuanga perusahaan atau antar periode untuk mengindentifikasi kecenderungan (trend) posisi kinerja keuangan. Implikasi penting dari karakteristik kualitas dapat diperbandingkan bahwa pemakai harus mendapat informasi tenteng kebijaksanaan akuntansi yang harus digunakan dalam perusahaan laporan keuangan dan perubahan kebijaksanaan serta pengaruh perubahan tersebut.

f.          Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan
 Sifat dan keterbatasn laporan keuangan menurut PAI, Harahap (2004:10) adalah sebagai berikut:
1.    laporan keuangan bersifat historis yaitu merupakan laporan kejadian yang telah lewa. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satuya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
2.    Laporan keuangan bersifat umum, disajikan untuk semua pemakai dan bukan dimaksutkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu saja.
3.    Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan menggunakan taksiran dan pertimbangan.
4.    Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material, demikian pula penerapan prinsip akuntansi terdapat suatu fakta pos tertentun yang mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini dianggap tidak material dan tidak menimbulkan pengaruh material terhadap kelayakan laporan keuangan.
5.    Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidak pastian, bila terdapat kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, yang lazim dipilih adalah alternative yang menghasilkan laba atau nilai aktiva yang kecil.
6.    Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu transaksi daripada bentuk hukumnya.
7.    Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan dengan bahasa teknis akuntansi dan sifat informasi yang dilaporkan.
8.    Adanya berbagai altenatif metode akuntasi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
2.1.1.2.  Analisis Laporan Keuangan
a.      Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan dapat memaksimalkan informasi yang masih relatif  sedikit  menjadi informasi yang lebih luas dan akurat. Hasil analisi laporan keuangan dapat membuktikan berbagai masalah dari suatu laporan. Berikut ini akan diuraikan tentang definisi analisis laporan keuangan menurut beberapa ahli:
Pengertian analisis laporan keuangan menurut Harahap (2004:190) adalah sebagai berikut: “ Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat.”
Menurut Prastowo (1995:31), analisis laporan keuangan merupakan suatu proses untuk membedakan hubungan di antara unsur-unsurnya, menelaah masing-masing unsur tersebut, dan menelaah hubungan di antara unsur-unsur tersebut, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.
Selanjutnya menurut Harahap  (2006 : 190), mendefinisikan Analisis Laporan Keuangan adalah : “Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat”.

b.      Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Dari analisis Laporan keuangan yang dilakukan dimaksudkan untuk menyederhanakan informasi dari laporan keuangan tersebut. Berikut ini akan dibahas secara lengkap mengenai kegunaan analisis laporan keuangan menurut  Harahap (2006 : 195) :
1.     Dapat memberi informasi yang lebih luas, lebih dalam dari pada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2.      Dapat menggali informasi tidak tampak secara kasat mata (exspicid) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan.
3.     Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4.     Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dalam suatu laporan keuangan baik yang dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun  kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
5.     Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori - teori yang terdapat dilapangan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating).
6.     Dapat memberi informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksudkan dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga antara lain:
1)    Dapat menilai prestasi perusahaan.
2)    Dapat memproyeksi laporan keuangan.
3)    Dapat menilai kondisi keuangan masa lalu dan masa sekarang dari aspek waktu tertentu:
a.    Posisi Keuangan ( Kas, Neraca dan Modal )
b.    Hasil usaha perusahaan ( Hasil dan Biaya )
c.    Likuiditas
d.    Solvabilitas
e.    Aktivitas 
f.     Rentabilitas dan Profitabilitas 
g.    Indikator Pasar Modal
4)    Menilai perkembangan dari waktu ke waktu.
5)    Melihat komposisi struktur keuangan,arus dana.
7.     Dapat menentukan peringkat  (rating) perusahaan menurut cerita tertentu yang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
8.     Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
9.     Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, stuktur keuangan dan sebagainya.
10.  Juga biasa memprediksi potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

c.         Prosedur Analisis
Menurut Prastowo (1995:31) langkah-langkah yang harus ditempuh dalam analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.    Memahami latar belakang data keuangan perusahaan
Pemahaman latar belakang data keuangan perusahaan yang dianalisa mencakup pemahaman tentang bidang usaha yang diterjuni oleh perusahaan dan kebijakan akuntasi yang dianut dan diterapkan oleh perusahaan tersebut. Memahami latar belakang data keuangan perusahaan yang dianalisa merupakan langkah yang perlu dilakukan sebelum menganalisa laporan keuangan perusahaan tersebut.
2.    Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan.
Kondisi-kondisi yang perlu dipahami mencakup informasi mengenai trend (kecenderungan) industri dimana perusahaan beroperasi, perubahan teknologi, perubahan selera konsumen, perubahan faktor-faktor ekonomi seperti perubahan pendapatan per kapita, tingkat bunga, tingkat inflasi dan pajak, dan perubahan yang terjadi di dalam perusahaan itu sendiri, seperti perubahan posisi manajemen kunci.
3.    Mempelajari dan mereview laporan keuangan
Kedua langkah pertama akan memberi gambaran mengenai karakteristik (profil) perusahaan. Sebelum berbagai teknik analisa laporan keuangan diaplikasikan, perlu dilakukan review terhadap laporan keuangan secara menyeluruh. Apabila dipandang perlu, dapat menyusun kembali laporan keuangan perusahaan yang dianalisa. Tujuan langkah ini adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan telah cukup jelas menggambarkan data keuangan yang relavan dan sesuai dengan Standar Akuntansi yang berlaku.
4.    Menganalisa Laporan Keuangan
Setelah memahami profil perusahaan dan me-review laporan keuangan, dengan menggunakan berbagai metode dan teknik analisa laporan keuangan yang ada penganalisa dapat menganalisa laporan keuangan dan menginterprestasikan hasil analisa tersebut (bila perlu disertai rekomendasi).     
d.      Metode dan Teknik Analisa Laporan Keuangan
Tujuan dari metode dan teknik analisis adalah digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak yang membutuhkan agar data dapat lebih dimengerti.
 Menurut Margareta (2014) Ada beberapa metode dalam melakukan analisis Rasio keuangan, di antaranya sebagai berikut :
1.     Analisis horizontal atau Trend analysis, yaitu membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dari tahun-tahun yang lalu dengan tujuan untuk dapat melihat trend dari rasio-rasio keuangan yang telah lalu.
2.     Analisis vertikal, yaitu membandingkan data keuangan perusahaan dengan rasio semacam dari perusahaan lain yang sejenis atau industri untuk yang sama.
3.      Kombinasi dari analisis horizontal dan analisis vertical.

Berdasarkan tekniknya, analisis keuangan dapat dibedakan menjadi 8 macam, yaitu menurut Jumingan (2008:242):
1.     Analisis perbandingan Laporan Keuangan, merupakan teknik analisis dengan cara membandingkan laporan keuangan dua periode atau lebih dengan menunjukkan perubahan, baik dalam jumlah (absolute) maupun dalam persentase (relatif).
2.     Analisis Trend (tendesi posisi), merupakan teknik analisis untuk mengetahui tendensi keadaan keuangan apakah menunjukkan kenaikan atau penurunan.
3.      Analisis Persentase per Komponen (common size), merupakan teknik analisis untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aktiva terhadap keseluruhan atau total aktiva maupun utang.
4.      Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja, merupakan teknik analisis untuk mengetahui besarnya sumber dan penggunaan modal kerja melalui dua periode waktu yang dibandingkan.
5.      Analisis Sumber dan Penggunaan Kas, merupakan teknik analisis untuk mengetahui kondisi kas disertai sebab terjadinya perubahan kas pada suatu periode waktu tertentu.
6.      Analisis Rasio Keuangan, merupakan teknik analisis keuangan untuk mengetahui hubungan diantara pos-pos tertentu dalam neraca maupun dalam laporan laba rugi baik secara individu maupun secara simultan.
7.      Analisis Perubahan Laba Kotor, merupakan teknik analisis untuk mengetahui posisi laba dan sebab-sebab terjadinya perubahan laba.
8.      Analisis Break Even, merupakan teknik analisis untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Metode dan Teknik analisis manapun yang digunakan, semuanya merupakan permulaan dari proses analisis yang diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan, dan setiap analisis mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk membuat agar data dapat lebih dimengerti sehingga dapat di gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.







2.1.1.3.  Rasio Keuangan
a.      Pengertian Rasio Keuangan
Informasi dan gambaran perkembangan keuangan perusahaan dapat diperoleh dengan mengadakan interprestasi dari laporan keuangan, yakni dengan menghubungkan elemen-elemen yang ada pada laporan keuangan seperti elemen-elemen dari berbagai aktiva satu dengan yang lainnya, elemen - elemen pasiva satu dengan yang lainnya, elemen pasiva dengan aktiva, elemenelemen neraca dengan elemen laba rugi, akan bisa diperoleh banyak gambaran mengenai kondisi keuangan suatu perusahaan. Berikut ini akan diuraikan beberapa definisi Rasio keuangan yang akan dikemukakan oleh para ahli ekonomi:
Menurut Kasmir (2009) menyebutkan rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan.
Menurut Wiagustini (2010) menyatakan bahwa: Rasio keuangan adalah petunjuk yang menuntun berbagai target serta standar. Analisis rasio adalah suatu teknik analisis yang menghubungkan antara satu pos dengan pos lainnya baik dalam neraca atau rugi laba maupun kombinasi dari kedua laporan keuangan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan.
Sedangkan menurut Harahap (2006 : 297), ”mendefinisikan Rasio Keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan”.

b.      Manfaat Rasio Keuangan
Irham (2011) menyatakan bahwa manfaat yang bisa diambil dengan dipergunakannya rasio keuangan adalah:
a.    Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan.
b.    Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi manajemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan.
c.    Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif keuangan.
d.    Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi para kreditur untuk memperkirakan potensi resiko yang akan dihadapi dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman.
e.    Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder organisasi.






c.      Macam – Macam Rasio Keuangan
Wiyasha (2010) dalam bukunya mengungkapkan beberapa rasio yang lazim diterapkan untuk mengevaluasi kinerja keuangan hotel diantaranya:
1.  Rasio likuiditas
Rasio ini terdiri dari:
a.    Current ratio, membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar, karenanya rasio ini mengukur kemampuan hotel dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
b.    Acid-test ratio atau quick ratio, mambandingkan antara aktiva lancar yang benar-benar likuid dengan kewajiban lancar hotel.
c.    Tingkat perputaran piutang, membandingkan antara penjualan kredit dengan rata-rata piutang. Rasio ini mengukur tingkat perputaran piutang hotel menjadi kas.
d.    Jangka waktu pengutipan piutang, mengukur jangka waktu piutang menjadi kas.
e.    Arus kas operasional atas utang lancar, mengungkapkan informasi mengenai besaran arus kas dari kegiatan operasional hotel dibandingkan dengan kewajiban jangka pendek hotel.
2.  Rasio Solvabilitas
Rasio ini mengukur kemampuan hotel unutk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio solvabilitas terdiri dari beberapa, diantaranya:
a.    Rasio solvabilitas, membandingkan jumlah aset yang dimiliki oleh hotel dengan kewajiban hotel.
b.    Rasio ekuitas hutang, membandingkan total kewajiban hotel dengan total modal pemilik.
c.    Number of times interest earned ratio (NTIE), mengukur kemampuan hotel dalam menutupi beban bunga dalam menutupi beban bunga jangka panjang dibandingkan dengan laba sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan hotel.
3.  Rasio Aktivitas
Rasio ini mengungkapkan informasi mengenai efektivitas manajemen dalam mengelola sumber daya hotel. Rasio aktivitas diantaranya:
a.    Perputaran persediaan, mengungkapkan informasi tingkat kecepatan berputar persediaan bahan makanan dan minuman dalam satu periode. Pengertian perputaran persediaan bahan makanan adalah dari saat bahan makanan diterima dari rekanan-disimpan di gudang makanan-keluar gudang untuk diproduksi-dijual di restoran.
b.    Jangka waktu perputaran persediaan, mengukur berapa lama waktu hari yang diperlukan untuk satu kali perputaran bahan makanan untuk periode satu bulan.
c.    Perputaran aset, mengungkapkan aktivitas manajemen dalam mengelola aset hotel yang digunakan. Dalam menentukan perputaran aset ini, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa nilai aset yang diterapkan dalam penghitungan adalah nilai buku aset. Rasio ini membandingkan antara total pendapatan dengan rata-rata total aset.
d.    Persentase tamu yang bayar, membandingkan jumlah kamar yang dijual kepada tamu dengan jumlah kamar yang ditawarkan oleh hotel.
e.    Persentase tamu komplimen, membandingkan antara jumlah kamar yang diberikan secara gratis dengan jumlah kamar yang ditawarkan hotel.
f.     Persentase hunian ganda, mengungkapkan informasi jumlah kamar yang dihuni oleh lebih dari satu orang atau dihuni oleh dua orang. Rasio ini membandingkan antara jumlah tamu dikurangi jumlah kamar terhuni dengan kamar terhuni.
4.  Rasio Profitabilitas
Rasio ini memberikan gambaran pada pihak-pihak yang berkepentingan tentang kemampuan manajemen hotel dalm menghasilkan laba untuk periode tertentu. Rasio ini ada beberapa macam, diantaranya:
a.    Margin laba, mengungkapkan informasi kemampuan manajemen dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan total pendapatan.
b.    Rasio efisiensi operasional, mengungkapkan informasi efisiensi manajemen dalam menghasilkan tingkat laba sebelum beban-beban tetap hotel. Rasio ini membandingkan antara laba bersih setelah dikurangi dengan undistributed operating expenses dengan total pendapatan.
c.    Return on asset, mengungkapkan informasi besaran laba yang diberikan oleh aset hotel. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan rata-rata total aset.
d.    Return on equity, mengungkapkan informasi laba yang diperoleh oleh investor untuk dana yang diinvestasikan pada hotel. Rasio ini membandingkan antara rata-rata total aset dengan rata-rata modal.
e.    Earning per share, menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh pemilik atau investor. Rasio ini membandingkan antara laba bersih dengan average share outstanding.
5.  Rasio Operasional
Dengan menganalisis rasio ini, manajemen hotel mendapatkan informasi tentang operasional hotel, baik untuk revenue generating department seperti room dan food and beverage. Maupun non-revenue department seperti marketing, administrative and general dan lainnya. Rasio ada beberapa macam diantaranya:
a.    Rerata harga kamar harian, membandingkan antara pendapatan kamar dengan jumlah kamar yang terjual. Dalam menentukan rasio ini, penjualan kamar komplimen tidak dibutuhkan.
b.    Pendapatan per kamar, memberikan informasi mengenai penjualan yang dihasilkan setiap kamar yang dimiliki hotel yang dapat dijual kepada tamu. Rasio ini membandingkan antara pendapatan kamar dengan jumlah kamar yang ditawarkan hotel.
c.    Rerata pengeluaran tamu restoran, mengukur efektivitas penjualan makanan di restoran hotel. Rasio ini membandingkan antara penjualan makanan dengan food covers.
d.    Persentase harga pokok makanan, menggambarkan efisiensi kinerja bagian produksi makanan hotel. Rasio ini diukur dari persentase harga pokok makanan yang dijual dengan harga pokok makanan baku.
e.    Persentase harga pokok minuman, mengungkapkan informasi mengenai efisiensi bagian minuman (bar) hotel. Rasio ini membandingkan antara harga pokok penjualan minuman dengan penjualan minuman.

Dalam penelitian ini yang digunakan adalah Rasio Rentabilitas, Rasio Ativitas dan Rasio Operasional.
1.      Rentabilitas
Menurut Harahap (2007) Rasio Rentabilitas atau disebut juga profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Rentabilitas sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam suatu perusahaan dengan memperbandingkan antara laba dengan modal yang digunakan dalam operasi. Oleh karena itu bagi manajemen atau pihak-pihak lain, Rentabilitas yang tinggi lebih penting dari pada keuntungan besar. Ada dua cara penilaian Rentabilitas:
2.       Aktivitas
Menurut Kasmir (2008:172) rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Rasio aktivitas juga dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat mengetahui apakah perusahaaan lebih efektif dan efisien dalam mengelola asset yang dimilikinya.
3.      Operasional
Menurut  (Wiyasha, 2010.Hal. 471-495) Dengan menganalisis rasio–rasio operasional, manajemen hotel mendapatkan informasi mengenai operasional hotel, baik untuk revenue generating departments seperti room dan food and beverage, maupun untuk non-revenue departemen seperti marketing, administrative and general lainnya. 







                                                  

2.2.   Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1.
Penelitian Terdahulu

No
Nama peneliti, Tahun, Judul Penelitian
Analisis data
Variabel
Hasil Penelitian
1
Skripsi, Davi Ferdiansyah, 2013, Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas Dan Rentabilitas
Untuk Mengukur Kinerja Keuangan PT. Madu Baru Yogyakarta Tahun 2010-2012
Rasio Keuangan
Kinerja Keuangan PT. Madu Baru Yogyakarta dinilai dari Likuiditas : (Current Ratio dan Quick Ratio, Cash Ratio), Solvabilitas: (Total Debt To Asset Ratio dan Debt To Net Worth Ratio), Aktivitas: (Inventory Turnover dan Fixed Asset Turnover), Rentabilitas: (Rentabilitas Ekonomi dan Rentabilitas Modal Sendiri).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kinerja Keuangan PT.Madu Baru Yogyakarta ditinjau dari Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan rentabilitas, hasil ini dinyatakan kurang baik.
2
Jurnal, Silvi Junita
Dan Siti Khairani, 2012, Analisis Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan Analisa
Rasio Keuangan pada Perusahaan Telekomunikasi
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Rasio keuangan.
Rasio Likuiditas: Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio,  Rasio solvabilitas:
Debt to Assets Ratio, Debt To Equity Ratio.
Rasio aktivitas: perputaran piutang, perputaran persediaan.
Rasio profitabilitas: NPM, ROI,  ROE. Kinerja Perusahaan.
Berdasarkan hasil dari perhitungan jenis-jenis analisa rasio likuiditas,
solvabilitas, dan aktivitas, maka dinilai bahwa kelima perusahaan tersebut memiliki kinerja keuangan perusahaan
yang tidak baik.

3
Jurnal, Wahyu Sugeng Imam Soeparno, SE., M.Si, 2012, Analisis Rasio Likuiditas Untuk Menilai Tingkat
Kesehatan Laporan Keuangan PT. Harapan Guna Sejahtera Medan

Rasio Keuangan:
Rasio Likuiditas: Current Ratio, Cash Ratio, Quick (Acid test)Ratio,  Working Capital to total assets ratio.
Rasio keuangan perusahaan belum
dapat dikatakan baik di karenakan mulai tahun 2009 sampai tahun 2011 masih berada di nilai batas wajar walau pun ada tingkat kenaikan dan penurunan rasio keuangan dari tahun 2009 sampai tahun 2011.


2.3.   Hubungan Antar Variabel Penelitian
Dengan perhitungan analisis rasio keuangan dapat digunakan oleh manajemen perusahaan untuk menilai efisiensi dan profitabilitas operasi, serta menimbang seberapa efektif penggunaan sumber daya perusahaan. Rasio-rasio yang bermanfaat dapat menunjukan perubahan dalam kondisi keuangan atau kinerja operasi, dan membantu menggambarkan kecenderungan serta pola perubahan tersebut pada gilirannya, dapat menunjukan kepada analisis rasio dan peluang bagi perusahaan yang sedang di telaah. (Helfret,1997).
a.    Hubungan Rasio Rentabilitas Terhadap Kinerja Keuangan
Menurut Harahap (2007) Rasio Rentabilitas atau disebut juga profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan laba yang terus meningkat dari tahun ke tahun, akan memberikan sinyal positif mengenai kinerja perusahaan. Pertumbuhan laba yang baik mencerminkan bahwa kinerja perusahaan juga baik. Karena laba merupakan ukuran kinerja dari suatu perusahaan, dengan demikian apabila rasio keuangan rentabilitas perusahaan baik, maka pertumbuhan laba perusahaan juga baik.
b.    Hubungan Rasio Aktivitas Terhadap Kinerja Keuangan
Rasio aktivitas (activity Ratio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan.
c.    Hubungan Rasio Operasional dengan kinerja keuangan
Operasional Perusahaan berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas   kegiatan perusahaan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara analisis rasio keuangan dengan kinerja keuangan adalah dengan menggunakan analisis rasio keuangan maka perusahaan dapat merencanakan dan mengatur segala kebutuhan perusahaan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan dalam mencapai dan meningkatkan apa yang di cita-citakan perusahaan.










2.4.        Kerangka Konsep
Kerangka konsep dari Kinerja keuangan Hotel Aurelia by Kimson Langgur Maluku Tenggara.


 
































2.5.    Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah maka penulis menarik hipotesis sebagai berikut :
“ Apakah kinerja keuangan pada Hotel Aurelia by Kimson Langgur Maluku Tenggara periode 2014-2016 ................................”.

BAB III
PENELITIAN

3.1.    Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Hotel Aurelia By Kimson yang berlokasi di Jl. Jend. Surdirman No. 17 Ohoijang – Langgur, Maluku Tenggara. Adapun waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 1 Bulan yakni bulan Juli – Agustus 2017.

3.2.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitian yang mengungkapkan suatu masalah dengan keadaan sebenarnya berdasarkan data laporan keuangan sehingga penelitian ini mengungkapkan fakta – fakta yang didasarkan pada data angka tersebut (Sugiyono,2010).

3.3.    Metode pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan penulis untuk menganalisis data-data yang telah dikumpulkan adalah Metode analisis deskriptif yang merupakan cara atau rumus yang dipakai untuk menafsirkan data yang ada hingga memberikan gambaran yang nyata mengenai keadaan perusahaan melalui pengumpulan, menyusun, dan menganalisa data tentang masalah yang ada.
Data yang digunakan yaitu Metode lintas waktu (time series)  Metode ini merupakan metode tolak ukur analisis laporan keuangan yang dilakukan dengan cara membandingkan suatu rasio keuangan perusahaan dari suatu periode tertentu dengan periode sebelumnya (Warsono 2003:30).

3.4.   Populasi Dan Sampel
3.4.1.Populasi
Menurut Riduwan (2008:55), mengatakan populasi adalah keseluruhan dari karakteristik atau unit pengukuran yang menjadi obyek penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua laporan keuangan di Hotel Aurelia By Kimson.
3.4.2.Sampel                                                                                               
Menurut Riyanto (1996 :52), Memandang sampel sebagai bagian dari populasi. Berdasarkan Pengertian tersebut, maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah Laporan keuangan periode 2013–2016.

3.5.    Sumber Data Penelitian
Penelitian ini menggunakan 2 jenis data antara lain:
1.    Data Primer
Data Primer ialah sumber data yang diperoleh langsung dari pihak pertama (Sugiyono;2010). Sumber data primer dalam penelitian ini di peroleh dari Pimpinan Hotel Aurelia By Kimson Langgur Maluku Tenggara yang dilakukan dengan cara :
a.      Wawancara (interview)
Yaitu mengumpulkan data atau bahan – bahan keterangan melalui tanya jawab dan tatap muka langsung dengan manajer hotel dalam memberikan informasi yang dibutuhkan. 
2.    Data Sekunder
Data Sekunder ialah sumber data yang diperoleh melalui studi pustaka dengan cara membaca serta mempelajari buku – buku literature yang relavan dengan obyek penelitian (Sugiyono;2010). Pengumpulan data sekunder pada penelitian ini dengan cara :
a.     Data laporan keuangan tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 yang menggambarkan tentang tingkat kinerja keuangan hotel Aurelia by Kimson.




3.6.    Metode Analisis Data
Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis rasio keuangan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
1.  Analisis Rasio Rentabilitas
Rentabilitas suatu perusahaan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain Rentabilitas adalah kemampuaan suatu perusahaan untuk mengahasilkan laba selama periode tertentu (Riyanto, 2001:35). Ada dua cara penilaian Rentabilitas yaitu :

a.  Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas Ekonomi merupakan perbandingan antara laba bersih dengan total modal. Pengertian Rentabilitas Ekonomi sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didalam suatu perusahaan, maka Rentabilitas Ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba (Riyanto, 2001:36). Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut :
                   Rentabilitas Ekonomi   =   



b.  Rentabilitas Modal Sendiri
Rentabilitas Modal Sendiri atau sering juga dinamakan rentabilitas  usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri di satu pihak dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba tersebut dilain pihak (Riyanto, 2001: 44).
Rentabilitas Modal Sendiri =

2.  Analisis Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mendayagunakan aktivanya (Handoyo, 1997:34). Berikut beberapa jenis-jenis rasio Aktivitas, yaitu:
a.  Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Menurut Kasmir (2008) Inventory Turnover merupakan rasio yang menunjukan berapa kali jumlah barang persediaan diganti dalam satu tahun. Dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa Inventory Turnover adalah kemampuan perusahaan dalam pergantian persedian yang tersedia di perusahaan tersebut. Secara sistematis dapat dirumuskan sebagai berikut:
                  Inventory Turnover =     

                         
Rasio Perputaran persediaan yang terlalu rendah menunjukan lambatnya penjualan atau terlalu banyaknya persediaan yang ada. Sebaliknya, rasio perputaran persediaan yang terlalu tinggi bisa menunjukan kondisi persediaan yang habis sehingga bisa mengakibatkan ketidakpuasan.

3.  Analisis Rasio Operasional
Menurut  (Wiyasha, 2010.Hal. 471-495) Dengan menganalisis rasio–rasio operasional, manajemen hotel mendapatkan informasi mengenai operasional hotel, baik untuk revenue generating departments seperti room dan food and beverage, maupun untuk non-revenue departemen seperti marketing, administrative and general lainnya.  Berikut beberapa jenis-jenis rasio Operasional yaitu:


a.  Rata – rata Harga Kamar Harian (Average Daily Rate/ADR)
Keberhasilan operasional room department diukur dari rasio     ini. Rasio ini mengungkapkan informasi rata–rata harga jual kamar harian. ADR dipengaruhi juga oleh tingkat hunian ganda dan tunggal serta struktur harga yang ditawarkan oleh hotel.
Rumus yang digunakan :
                      
  ADR =        



b.  Pendapatan Per-kamar (Revenue Per Available Room/REVPAR)
Rev-Par adalah Rasio yang umum digunakan untuk mengukur kinerja keuangan di Industri Perhotelan dan merupakan salah satu alat pengukur yang paling penting dari kesehatan di antara operasional Hotel karena memberikan gambaran yang mudah dari seberapa baik Perusahaan  menjual kamar available. Rumus yang digunakan adalah:
      
REVPAR =     

                  
c.   Persentase Tamu yang Bayar ( Paid Occupancy Occupancy Percentage/POP)
Rasio ini membandingkan jumlah kamar yang dijual kepada tamu dengan jumlah kamar yang ditawarkan oleh hotel.
            Rumus yang digunakan adalah :
                 
POP  =
3.7.  Definisi Operasional Variabel
Adapun Definisi operasional yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.     Laporan Keuangan adalah “Laporan Finansial (Financial Statement), memberikan ikhtisar mengenai keadaan financial suatu perusahaan, dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, dan laporan rugi dan laba (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi suatu periode satu tahun” (Bambang 2004 : 327).
b.     Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Terdapat dua kategori aset yang utama yaitu aset lancar dan tidak lancar (Munawir 2002, hal 13).
c.      mendefinisikan, “laporan laba rugi merupakan suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan biaya, laba-rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu (Munawir 2002).
d.     mendefinisikan, “Laporan keuangan yang keempat yang biasa disusun oleh perusahaan adalah suatu analisis tentang perubahan utama perkiraan modal pemilik atau kekayaan bersih selama suatu periode tertentu” (Helfert 1997, hal 20).
e.     Rasio Keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode (Kasmir 2011).
f.           Rasio rentabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas operasi perusahaan secara keseluruhan sebagaimana ditunjukkan oleh laba yang diperoleh perusahaan. Dengan kata lain, rentabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
g.     Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya (Kasmir 2008:172).
h.     Rasio operasional, Dengan menganalisis rasio ini, manajemen hotel mendapatkan informasi tentang operasional hotel, baik untuk revenue generating department seperti room dan food and beverage. Maupun non-revenue department seperti marketing, administrative and general dan lainnya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah