Desa Lebetawi

Asal Usul Desa lebetawi 

Cerita singkat

hal menarik membuat saya ingin menulis sejarah desa lebetawi yaitu pelestarian hutanya. artikel ini sengaja dibuat untuk menjadi wacana segar di kalangan anak muda Kei, nah mungkin pembaca akan bertanya kenapa sampai penulis lebih kepingin mengambil tema ini karena alasan hutannya. perlu diketahui bahwa pelestarian lingkungan itu mulai dari hutan yang dilindungi. Kalau ditelaah lebih jauh hutan akan memberikan maaf yang besar untuk kelasungan kehidupan, Dimana kita dapat menghirup Oksigen yang sehat, menjaga pasokan air tanah, spesial fauna akan dilihat oleh anak cucu kita nantinya.
Seiring dengan laju pembangunan yang pesat tentu tidak membutuhkan lahan yang sedikit. hal ini tidak sejalan dengan penyedian lahan di kota Tual sebab lahan itu tidak akan bertamba terkecuali reglamasi, sedangkan penduduk itu bertamba dari tahun ke tahun. Hal ini lebih membuat saya kepo di internet tentang luas daratan Kota Tual yang ± 254,39 dengan presentasi lahan di huni kira-kira 100,00 an. Tapi kenapa lebetawi yang di ambil di sini!
Pusat pemerintahan kota Tual ada di pulau dullah, Beta kira beban pembagunan dengan kapasitas makro berada di pulau dullah, efek inilah membuat lahan atau petuanan secara pribadi mulai  di lebas demi kelancaran membagunan. apa lagi harga tawar kian melonjak, namun tak di sangka harga tanah yang di katakan selangit itu tidak mempegaruhi sedikit pun masyarakat lebetawi agar melepaskan atau menjual lahan petuanan mereka. **

Sore itu di hadapan meja yang melingar duduk beberap orang tua-tua kampung, beta menyimbak pembicaran yang simpang siur pembahasan dalam cerita sering di kontak ganti, pokoknya belum ada pembahasan yang menetap. Di hati kecil beta tersirat beberapa pertanyaan tentang desa. ketika itu dengan keadaan grogi melontarkan pertanya pertama beta seakan di sambut dengan segelas air yang menghilangan dahaga, namun ini tentang  dehitrasi pertanya di batok kepala saat itu, lebih di jelasnya di bawah ini.

Dahulu penyebutan Ohoi Tel fav. ( Desa tiga). yang pertama adalah Ohoi Wutun di Desa Tamedan, kedua Ohoi Wirin juga berada di bagian tamedan, Ohoi Lavtaf. Ohoi Tel fav. ketiga desa tersebut dibawah pimpinan seorang Arbitan/akbitan (kapitan). katanya Iya dahulu bermukim di Ohoi Laftaf. Namun sekarang Arbitan /akbitan (kapitan) bermukim di desa Dullah. biar sempit pembahasany, beta hanya Bahas tentang lebetawi (laftaf) mungkin lain waktu untuk menulis desa lain di pesisir dullah.  

Nama Lebetawi adalah perubahan ejaan saat ini dahulu penyebutan Ohoi laf'taf. Ejaan bahasa kei secara etimologi  menjadi dua suku kata yakni ( Laf ) artinya  saku atau kantung ( Taf ) dapur atau gudang. nah secara epistemologi diartikan sebagai tempat penyimpanan. maka status Ohoi berubah menjadi desa lebetawi adalah tepat.

sekitar pohon peringin tua atau jalan masuk menuju desa lebetawi, disebuat Ngur Yar Debu disitu tepat  Lor Ifun. di tandai dengan peristiwa-peristiwa besar mulai dengan lokasi (Wew Bicar) di artikan sebagai membicarakan kepentingan ohoi nuhu, (Ya'ngar Hukum) atau tempat memberikan hukuman bagi orang yang bersalah. masih di lokasi yang sama menurut kepercayaan masyarkat ada naga kramat yang memiliki pintu di sebut (fit nagan dan fit Sarwak)

Nam Sir Dabro  adalah laut sekitar depan desa lebetawi, di kisakan dahulu orang-orang yang ingin menyebrang lautan melintasi laut sekitar desa lebetawi wajib mambalikan gayung atau tokong mereka, jika tidak di balikkan perahu tersebut wajib di tengelamkan. hal ini perna saya baca kalau, tidak salah! buku Larvul Ngabal Anasir Puncak ketahnan budaya kei di tulis oleh Rahmawati Patty. 

Marga Renngur dan Renleeuw di desa Lebetawi menyatakan diri sebagai tuan tanah. meskipun demikian penduduk asli memiliki sikap profile demi semboyang Vu'ut En Mehe Ni Ngivun, Manut En Mehe Ni Telur. hal ini di tunjukan penduduk desa lebetawi selain marga Rengur dan Renleeuw. bukan saja itu penduduk nuhu duan memiliki sekap  tegang rasa (maren) semua orang akan berbong-memdong bekerja sama tanpa menilai latar pelakang marga atau fam.

Lebetawi Dengan batasan petuanan adat sebagai berikit:

- Vuvutabiak (selatan) sekitar luar lupus
-Waar wilin (timur) sekitaran difur teluk dif lo'on
-Ai nar (utara) kesepakatan bersama.....
- Fat laai. (barat) sekitar laut depan kanpung

Bersambung.

Komentar

BetaPetani mengatakan…
Desa ku Ohoi Lavtav😘😘

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah