Materi orasi

MENDOBRAK DINDING KEMUNAFIKAN

Assalamualaikum wr,wb
Salam sejahtera untuk kita sekalian
Yang kami hormati sahabat-sahabat seperjuangan 
Yang kami hormati seluruh masyarakat kota tual , dan yang tidak layak untuk dohormati seluruh  anggota dprd kota tual ,yang berbahagia diatas penderitaan rakyat………

Sahabat sahabat sekalian hari ini merupakan perang yang  sangat kita nantikan Sebagaimana kami ,Hadir berdasarkan  berjuta senjata yang mendiami nuhu tanath evav  bukan dengan senjata yang memperkaya diri seperti mereka.
Dengan senang hati kami hadir, di hadapan bapa ibu sekalian .  sebagai mana sesuai dengan berbagai macam  implementasi busuk dari anggota – anggota  dprd selaku representative rakyat , sehingga hal ini merupakan problematika yang perlu untuk di tanyakan,,,,,,,?  Seberapa  jauh kinerja dewan perwakilan rakyat,,,dalam memperjuangkan hak hak rakyat,,,,,,lalu kemudian yang merupakan pembuktian mereka  adalah merong rong kedaulatan rakyat, melalui  dinding kemunafikan yang mereka  bangun’ sebagai penghalang suara rakyat’ sehingga suara rakyat yang kami teriakan, sengaja dijadikan sebagai keroncong- keroncong harmoni.
Jelasnya dewan perwakilan rakyat selalu gagal dalam mengawal segala kepentingan rakyat secara kontiniu …….
Hal ini merupakan acuhan yang sangat mendasar bagi kita, dan perlu dikupas bersih persoalan kinerja mereka . yang konon katanya tugas dan fungsi dpr selaku representative rakyat. Itu adlah membahas persoalan anggaran , regulasi ,menetapkan hasil hasil , program yang di rancang oleh pemda berdasarkan uud pemda pasal 23 .
Namun hari ini ingin saya sampaikan bahwa ,,,realitasnya dpr tidak bekerja apa apa,dikarenakan mereka adalah 25 anggota fampir yang sering kali menghisap darah rakyat.
25 fampir inilah yang sengaja menjadikan istana rakyat sebagai lahan akumulasi modal…..  
 Yakin sungguh bahwa semua yang saya sampaikan terkesan begitu sakit bahkan bisa saja sakitnya tu disini……….spakat … teman-teman,,……
Perlu saya sampaikan kepada teman – teman sekalian bahwa jangan pernah lupa dengan sebuah lagu yang kami ciptakan untuk ,mereka  dan yakin sungguh bahwa mereka sanagt rindu untuk  dihibur………….spakat teman….
Kalo kita semua bernyanyi ,,,,,,,,,,,,,,
Ref,,,,,, Indonesia tanah airku DPR-nya pikun –pikun , makan banyak uang rakyat ,perut sakit mencret- mencret, DPR-nya , bingung-bingung.
Skali lagi ingin kami tanyakan ,,,,,,,,,,?  Dimana pembuktian dari hasil pembahasan anggaran ,dimana pembuktian hasil pembahasan musrembang dimna pula pembuktian pembhasan regulasi yang ditetapkan
Yang menjadi pembuktian hanyalah keberangkatan berfoya foya 
Yang menjadi pembuktian hanyalah pembangunan salah sasaran 
Yang menjadi pembuktian hanyalah kecerdasan melalaikan peraturan daerah
Rakyat yang memilih kalian untuk rakyat bukan untuk istri mudah
Seblum saya kembalikan kepada juru mimbar,,,,,,,,,,,,,,
Ingat bahwa kemerdekaan bukan merupakan sebuah – oleh-oleh/yang dititpkan dari pemerintah untuk rakyat ….tetapi kemerdekaan merupakan kebebasan rakyat untuk mendapatkan keadilan ……….

RABU.13/05/2015,AKTIFIS PERGERAKAN, MACO..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah