Pacaran bukanlah cinta sejati

 -Pacaran bukanlah cinta sejati_

Oleh : Rahmatia. Tamher ( Aktivis BMI dan member AMK)

Cinta merupakan fitrah (naluri) yang allah sematkan kepada setiap makhluknya yang nggak bisa untuk di sematkan
cinta merupakan keinginan untuk taat,  menghendaki sesuatu untuk meraihnya, berbicara persoalan cinta berarti berbicara persoalan rasa.. ehm.😁
Rasa cinta yang muncul entah untuk orang tua, teman,  maupun lawan jenis. dan yang menarik perhatian saya untuk dibahas ditema kali ini "About love" ya..
cinta terhadap lawan jenis ala remaja zaman now. cinta kebablasan yg dimana remaja sudah kenal dengan lawan jenis dan muncul rasa suka-sukaan. makanya ada yang bilang remaja itu penuh warna, ya salah satunya krna sudah terkena virus merah jambu. saat remaja sudah mulai berinteraksi dengan lawan jenis di situlah rasa suka bisa muncul. dilanjut nggaknya rasa suka itu, berakhir menjadi pacar atau memendam rasa suka, itu tergantung bagaimana cara pandang remaja tersebut.
Banyak fakta kerusakan fisik serta mental dari remaja kita ini, pacaran kebablasan yg mengakibatkan banyak yg hamil di luar nikah, menggugurkan kandungan di bawa usia dini, akibat dari pergaulan bebas ala remaja zaman now ini.
cinta yg menggebu pada diri remaja bisa dari mulai buku apa yg dibaca, film apa yg ditonton dan komunitas atau lingkungan yang seperti apa yg mereka aktif di dalamnya. misal aja nih, kalau yang jadi favorit untuk dibaca adalah buku² atau novel romance, terus yg ditonton drakor alias drama Korea, ditambah punya teman² (lingkungan) yg supporter pacaran, sangat mungkin sekali jika rasa suka itu berlanjut dan berakhir menjadi pacaran. gaya pacarannya? ya itu, nggak jauh dari apa yg mereka baca dan tonton atau lihat, you are what you read, you are what you watch. Sesungguhnya gaya berpacaran kids zaman now bisa dibilang parah sih, bebas pacaran yg bebas blass. 
fakta sudah banyak bersileweran di media sosial, bikin perasaan campur aduk melihat ulah mereka dari mulai miris, prihatin, sedih bahkan marah. gimana nggak campur aduk, generasi yg dijadikan harapan untuk masa depan bangsa malah jadi generasi yg"sakit" identitas jati diri dan kepribadiannya. remaja kita "sakit amnesia" lupa ingatan bahwa dirinya adalah seorang remaja muslim/muslimah yg terpancar darinya kepribadian muslim sejati. saat barat begitu gencarnya mempropagandakan gaya hidup sekuler-liberal, maka seolah pola pikir dan pola sikap remaja kita terinstal dengan identitas dan kepribadian barat. 
memamerkan kemesraan yg tak pantas di muka umum seolah sudah lazim. bahkan, yg lebih parahnya saking sudah teridap penyakit liberal akut, remaja kita tak segan bahkan tak malu menjadi pelaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). menjadi pasangan sesama jenis yg lagi² seolah tak ada urat malu menunjukan rasa suka dan cintanya di depan khayalak ramai. Na'udzubillah.
Pacaran itu adalah status palsu dimana cinta berbalut nafsu. Cinta yg diperjuangkan pun adalah ilusi berbalut Dusta. Bagaimana bisa dikatakan cinta, sedang yang hendak dituju adalah kemaksiatan. Jadi, buat kamu para ukhti jangan GR alias Gede rasa krna seolah diperjuangkan kalau hanya untuk dijadikan pasangan dalam bermaksiat. Seorang lelaki yang yg merasa mudah "menaklukan" seorang wanita berpeluang untuk mencari target selanjutnya yg lebih menantang. Maka ngga heran, kebalikan dari reality show "Katakan Cinta" yang kebanyakan pesertanya adalah laki". Giliran reality show "Katakan putus" yang kebanyakan peserta atau pelapornya adalah para perempuan yang merasa dikhianati. Ngga sedikit sang pelapor nangis Bombay karna ngeliat apa yg dilakukan pacarnya. Terus, apa sang pacar akan nangis bombay juga ? yang udah-udah sih ngga, biasa aja tuh pikirnya masih banyak perempuan lain. Nah, kalau udah kaya gini yang rugi siapa ? Apalagi kalau sampai si perempuan sudah terlanjur memberikan apa yang menjadi kesucian da kehormatannya begitu saja hanya krna ingin membalas pembuktian dan pengorbanan cintanya. Allah SWT menegaskan dalam Qur'an Surat Al-isra ayat 32 "Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yg keji. dan suatu jalan yang buruk.
Astaghfirullah, ini sih namanya rugi serugi-ruginya, kalau udah kayak gini, perempuan (maaf) sama seperti barang bekas pakai. sama seperti dahulu saat masa jahiliah di mana Islam belum datang. Orang-orang Yunani menganggap perempuan sebagai pemuas kesenangan saja. Orang-orang Romawi memberikan hak atas seorang ayah atau suami untuk menjual anak perempuan atau istrinya. Orang-orang Arab jahiliah pun biasa mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup karna menurut mereka memiliki anak perempuan adalah sebuah aib. see.. apa yang terjadi sekarang seolah kembali ke masa kegelapan jahiliah dimana Islam belum datang sebagai cahaya yang menerangi.
Trus, Gimana solusinya dalam mengekpresikan cinta, tanpa harus pacaran?? 
tentu dengan bersandar kepada aturan agama, allah telah memberikan solusi untuk dua org yg saling suka hingga berujung memiliki rasa cinta adalah dengan cara menikah. 
(QS. Ar-rum :31). Bukan dengan cara pacaran ala budaya kafir.
Kembalilah kepada ISLAM, sebab Islam merupakan agama yang sempurna, yg mengatur persoalan kehidupan, salah satunya menyalurkan rasa yg telah allah sematkan kepada setiap makhluknya..
Maka dari itu kembalilah kepada Islam, aturan yg Allah turunkan untuk mengatur setiap sendi kehidupan manusia..
Wa'alahu a'lam bish-shawab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah