Profesi terbaik
_Profesi terbaik_
Oleh : Rahmatia Tamher (Aktivis BMI dan member AMK)
Setiap manusia yg hidup, pasti ia memiliki profesi.
Baik sebagai guru, dokter, pegawai swasta, dosen, perawat, bidan, arsitektur.
Begitulah manusia, ia akan berusaha untuk terus belajar dan berusaha mencapai pada suatu impiannya. Untuk menjadi apa yg diharapakan. Lebih kerennya, menyandang profesi yg wah ditengah-tengah masyarakat.
Namun, sesungguhnya profesi terbaik dan mulia bagi seorang wanita, ialah menjadi madrasatul'ula. Profesi yg mulia, sebab dari rahim seorang wanita sholihah lah akan lahir generasi cemerlang.
Sebagaimana kita ketahui, seorang pemuda asal Chechy Perancis, bernama Abdullakh Anzorov, diusianya yg masih muda 18 tahun. Ia memenggal kepala gurunya. Sebab sang guru menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.
Itu gambaran seorang anak, yg mungkin bukan lahir dari rahim wanita biasa. Sebab sang ibu menanamkan rasa cinta teramat besar dan rasa peduli yg tinggi pada agamanya. Ya ketika agama Islam dihina, Nabi dilecehkan maka tak ada kata gentar apalagi takut membela kebenaran Islam.
Sangat miris saat ini justru umat Islam, terutama kaum ibu digiring keluar rumah sehingga ia sibuk dengan urusan nafkah, yg seharusnya itu menjadi kewajiban suami. Sebab dalam Islam wanita bekerja hukumnya mubah, namun saat ini wanita tak lagi faham hakikat kewajibannya.
Orang-orang barat memahami, bahwa wanita adalah sendi-sendi kebangkitan Islam. Maka ia berusaha menjauhkan sendi-sendi tersebut dari rumah mereka. Dengan begitu mereka berhasil menjauhkan generasi dari seorang guru terbaik. Yakni ibu, maka lihatlah berapa banyak saat ini anak tidak lagi dekat dengan ibu, suami tak dekat istri, istri tak dekat suami dan anak-anak, sebab mereka disibukan dengan urusan mereka masing-masing.
Seorang ibu adalah madrasatul ula bagi anak-anaknya. Karena anak tumbuh dalam dekapan bundanya, belajar menyusu, belajar makan, belajar mengenal kata dan segala bentuk perilaku dari Ibundanya. Termasuk belajar mengenal agamanya, jati dirinya, pribadinya sebagai seorang hamba Allah. Semua tak lepas dari seorang Ibu.
Ibu akan melakukan apa saja untuk keamanan dan kenyamanan anak-anaknya. Seorang ibu akan berusaha membahagiakan anak-anaknya. Mencintai anak-anaknya dengan tulus, mengasihi anak-anaknya tanpa berharap balasan. Dan seorang ibu akan tetap ingin menjadi yang terbaik untuk anak-anaknya.
Kemudian jika ditemukan seorang ibu yang tega menyakiti anak-anaknya, itu bagaimana? Apa yang terjadi sebenarnya dengan si ibu? adakah seorang ibu yang lebih mencintai harta bendanya dibandingkan dengan anak-anaknya? Semestinya tidak akan begitu. Mungkin ia sudah kehilangan akal yang menghempaskan naluri keibuannya. Atau si ibu sakit, sakit mental karena berbagai masalah yang tak terselesaikan. Mungkin saja ada masalah perekonomian yang menghimpit tanpa adanya penyelesaian yang benar. Atau bisa jadi si ibu kurang kasih sayang dari sang suami. Karena fitrahnya seorang perempuan itu kan maunya dimanja, disayang, diperhatikan. Perempuan itu adalah makhluk yang unik, yang sukanya sharing, apalagi jika ada beban masalah yang menghimpit.
Jadi kalau kita perhatikan ada berita yang aneh-aneh di tv, tentang seorang ibu yang tega menghabisi anaknya, mencelakakan anaknya, pasti ada yang salah. Selain kondisi dalam keluarga, tentu negara juga perlu dipertanyakan kehandalannya dalam menangani masalah wanita. Wajar saja jika banyak kasus ibu kejam, karena kondisi lingkungan tidak mendukung untuk memposisikan wanita di tempat yang mulia.
Sistem yang tidak mengikutsertakan agama dalam kehidupan, membuat tatanan yang salah di berbagai bidang. Sehingga memaksa kaum wanita ada di posisi yang tidak nyaman, bekerja, lelah, masih direpotkan masalah anak. Berbagai masalah yang tak terselesaikan dan memuncak, membuat wanita hilang akal dan terjadilah hal yang tidak semestinya.
Maka dari itu, peran serta agama dalam kehidupan itu penting. Baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, juga bernegara. Tentu saja peran agama Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna yang dibutuhkan. Agar segala tatanan dalam kehidupan ini sesuai dengan aturan Islam. Rakyat sejahtera secara merata, dan tak ada masalah yang berimbas pada kondisi psikologis seorang ibu.
Kapitalisme berhasil menjauhkan umat, dari fitrahya sebagai makhluk Allah. Untuk taat dan tunduk pada syariat Islam secara kaffah.
Wa'lahu a'lam bish-shawab

Komentar