Wanita Sukses vs Wanita Kuno
Wanita Sukses vs Wanita Kuno
Oleh : Rahmatia Tamher (Aktivis BMI dan member AMK)
Apa yang ada di dalam benakmu ?
Wanita sukses atau wanita kuno??🤔
baik kita rincikan versi wanita sukses dan wanita kuno ini.🤭
Wanita sukses di artikan dengan karir tinggi, barang branded, mobil mewah, dan keliling dunia. sedangkan kebalikan wanita kuno adalah Meraka yg tidak berkarier, nikah muda, banyak anak, dan mengurus rumah.
Baiklah, ini mungkin pandangan yg dianggap logis oleh kebanyakan muslim. Meletakkan standar kesuksesan wanita pada tingginya pendapatan materi, adalah pilihan hidup yg realistis..
Maka pandangan ini sejalan dengan yg di kampanyekan gerakan Feminisme. Berawal dari rasa keterpojokan kaum wanita karena adanya dominasi dan diskriminasi dari kaum pria, hingga mereka membuat misi pemberontakan.
Apakah wanita itu harus setara dengan pria ?
Dulu wanita barat merasa didiskriminasi oleh kaum pria, lalu mereka menuntut adanya kesetaraan gender, bahwa kaum wanita haruslah setara dengan kaum pria, namun anehnya justru mereka menjadikan standar pencapaiannya harus sama dengan kaum pria.
jadi, Kaum pria harus sama dengan kaum wanita. Nah, setelah kesetaraan yg mereka inginkan terwujud, ternyata kini di Barat mulai berkembang gerakan anti-feminisme, karena kini mereka sadar bahwa dengan setara ternyata tidak membawanya pada kebahagiaan, melainkan kerugian.
Dimasa kini, wanita memiliki kebebasan untuk menentukan hidupnya. Bebas melakukan dan menjadi apapun. Lebih khawatir tidak bisa bekerja dari pada tidak bisa memasak dan mengurus tempat tinggalnya. Wanita yg menghasilkan banyak uang dianggap lebih terhormat dari pada wanita yg berdiam di rumah mengurus anak-anaknya.
Wanita karir itu keren ya ??
Zaman sekarang, kebanyakan orang-orang berpikir wanita karir itu keren. Pikiran ini tidak hanya jadi stereotipnya para orang tua tapi juga sudah mendarah daging di benak pemuda-pemudi zaman sekarang. Stereotip ini telah membuat para muslimah kesulitan untuk bicara kepada dunia tentang pilihannya menjadi seorang ibu rumah tangga.
sebenarnya ide ini bermula dari mana ya?
Ternyata semua ini berawal dari sejarah kelam kaum wanita yang penuh dengan penindasan !
Yuk kita buka sejarah !!
kalau kita mengkaji sejarah peradaban kuno, kita akan menemukan masa dimana wanita itu selalu dilecehkan, misalnya peradaban kuno yg paling terkenal yaitu yunani.
di masa yunani kuno wanita dari kalangan elite diperlakukan selayaknya tahanan, ia disekap di dalam istana, sedangkan wanita dari kalangan bawah malah menjadi komoditi untuk diperjual belikan.
Tugas" wanita dimasa itu adalah sebagai pemuas kaum pria. bagaikan selir" yg melayani pria, wanita melahirkan dan menjaga anak selayaknya seperti baby sitter saja. itulah nasib wanita dimasa itu yg tidak jauh dari pekerjaan rumah tangga serta pemuas bagi kaum pria.
kemudian, peradaban romawi, wanita tidak di izinkan untuk mengambil bagian dalam segala urusan. hak" seorang wanita berada pada kekuasaan suami, bahkan seorang wanita bisa dimiliki dan diperbudak oleh anaknya sendiri.
Dimasa india kuno, kedudukan wanita hanya sebagai barang pelengkap bagi kaum pria. bahkan dikenal istilah sumangali dharma yg berarti kesetiaan dan pelayanan seksual secara total seorang istri kepada suaminya. bahkan tradisinya seorang istri memanggil suaminya dengan panggilan "yang mulia" bahkan "Tuhan". Dan jika suaminya meninggal maka setiap janda harus melakukan tradisi sati, yaitu tradisi membunuh dirinya sendiri sebagai bukti pengabdian terhadap suaminya.
Dimasa Cina kuno, seorang anak perempuan tidak mendapat tempat yg wajar di dalam keluarganya. Mereka telah menderita sejak masa kanak-kanak. Dalam keluarga-keluarga miskin, gadis" dijual sebagai budak kepada keluarga kaya atau bahkan malah diperbudak oleh keluarganya sendiri.
Dimasa Arab kuno, anak perempuan dikubur hidup-hidup. Maka artinya terkubur jugalah segal aib yg menimpa keluarganya. Jika pun tidak dikubur maka wanita akan tetap dipelihara dan diperlakukan secara tidak manusiawi.
Nah, dapat kita lihat bagaimana dulu peradaban menempatkan wanita pd posisi yg rendah bukan ? kedudukan wanita tidak jauh dari penghinaan serta perbudakan, dimana tugas utamanya hanya sebagai pemuas kaum pria.
Sekarang kita lihat bagaimana agama" memandang wanita.
Agama seharusnya menjaga kita dari berbuat dosa, tetapi justru banyak dosa yg diperbuat dengan meng-atas namakan agama.
Nasrani dan yahudi, menganggap wanita sebagai makhluk yg penuh dosa. wanita dianggap penyebab dari dikeluarkannya adam dari surga, bahkan wanita dianggap sebagai ibu dari semua kesengsaraan.
Dalam ajaran Yahudi, wanita selain dianggap sumber penyakit juga kedudukannya dianggap lebih rendah dari khadam (pembantu) laki", kemudian seorang ayah boleh menjual anak perempuannya, bahkan dalam doanya kaum pria yahudi wajib membaca doa berikut : Menahoth 43b-44a
"Terima kasih Tuhan, karena tidak menjadikanku seorang kafir, atau seorang wanita atau budak belian (dosa)".
Sejak dulu, wanita mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, wanita banyak yang trauma karena terlalu tertekan dengan aturan-aturan yg sangat tak menghargai mereka.
Kemudian muncullah feminisme yg mengusung gagasan" untuk menuntut KESETARAAN !
Feminisme ingin menyatakan bahwa keberadaan wanita bukan hanya sebagai pemuas kaum pria, tugas wanita bukan bekerja di belakang pria, namun wanita juga bisa bekerja dan beraktivitas seperti pria. Gagasan ini akhirnya berhasil mengubah alur. sejarah. Kini banyak kita jumpai wanita-wanita karir yang telah sukses dengan pekerjaannya.
Tapi, apakah hal itu adalah sebuah solusi ?? atau musibah yg sama buruknya?
Nantikan kelanjutannya !!.😁😁
Wanita sukses atau wanita kuno??🤔
baik kita rincikan versi wanita sukses dan wanita kuno ini.🤭
Wanita sukses di artikan dengan karir tinggi, barang branded, mobil mewah, dan keliling dunia. sedangkan kebalikan wanita kuno adalah Meraka yg tidak berkarier, nikah muda, banyak anak, dan mengurus rumah.
Baiklah, ini mungkin pandangan yg dianggap logis oleh kebanyakan muslim. Meletakkan standar kesuksesan wanita pada tingginya pendapatan materi, adalah pilihan hidup yg realistis..
Maka pandangan ini sejalan dengan yg di kampanyekan gerakan Feminisme. Berawal dari rasa keterpojokan kaum wanita karena adanya dominasi dan diskriminasi dari kaum pria, hingga mereka membuat misi pemberontakan.
Apakah wanita itu harus setara dengan pria ?
Dulu wanita barat merasa didiskriminasi oleh kaum pria, lalu mereka menuntut adanya kesetaraan gender, bahwa kaum wanita haruslah setara dengan kaum pria, namun anehnya justru mereka menjadikan standar pencapaiannya harus sama dengan kaum pria.
jadi, Kaum pria harus sama dengan kaum wanita. Nah, setelah kesetaraan yg mereka inginkan terwujud, ternyata kini di Barat mulai berkembang gerakan anti-feminisme, karena kini mereka sadar bahwa dengan setara ternyata tidak membawanya pada kebahagiaan, melainkan kerugian.
Dimasa kini, wanita memiliki kebebasan untuk menentukan hidupnya. Bebas melakukan dan menjadi apapun. Lebih khawatir tidak bisa bekerja dari pada tidak bisa memasak dan mengurus tempat tinggalnya. Wanita yg menghasilkan banyak uang dianggap lebih terhormat dari pada wanita yg berdiam di rumah mengurus anak-anaknya.
Wanita karir itu keren ya ??
Zaman sekarang, kebanyakan orang-orang berpikir wanita karir itu keren. Pikiran ini tidak hanya jadi stereotipnya para orang tua tapi juga sudah mendarah daging di benak pemuda-pemudi zaman sekarang. Stereotip ini telah membuat para muslimah kesulitan untuk bicara kepada dunia tentang pilihannya menjadi seorang ibu rumah tangga.
sebenarnya ide ini bermula dari mana ya?
Ternyata semua ini berawal dari sejarah kelam kaum wanita yang penuh dengan penindasan !
Yuk kita buka sejarah !!
kalau kita mengkaji sejarah peradaban kuno, kita akan menemukan masa dimana wanita itu selalu dilecehkan, misalnya peradaban kuno yg paling terkenal yaitu yunani.
di masa yunani kuno wanita dari kalangan elite diperlakukan selayaknya tahanan, ia disekap di dalam istana, sedangkan wanita dari kalangan bawah malah menjadi komoditi untuk diperjual belikan.
Tugas" wanita dimasa itu adalah sebagai pemuas kaum pria. bagaikan selir" yg melayani pria, wanita melahirkan dan menjaga anak selayaknya seperti baby sitter saja. itulah nasib wanita dimasa itu yg tidak jauh dari pekerjaan rumah tangga serta pemuas bagi kaum pria.
kemudian, peradaban romawi, wanita tidak di izinkan untuk mengambil bagian dalam segala urusan. hak" seorang wanita berada pada kekuasaan suami, bahkan seorang wanita bisa dimiliki dan diperbudak oleh anaknya sendiri.
Dimasa india kuno, kedudukan wanita hanya sebagai barang pelengkap bagi kaum pria. bahkan dikenal istilah sumangali dharma yg berarti kesetiaan dan pelayanan seksual secara total seorang istri kepada suaminya. bahkan tradisinya seorang istri memanggil suaminya dengan panggilan "yang mulia" bahkan "Tuhan". Dan jika suaminya meninggal maka setiap janda harus melakukan tradisi sati, yaitu tradisi membunuh dirinya sendiri sebagai bukti pengabdian terhadap suaminya.
Dimasa Cina kuno, seorang anak perempuan tidak mendapat tempat yg wajar di dalam keluarganya. Mereka telah menderita sejak masa kanak-kanak. Dalam keluarga-keluarga miskin, gadis" dijual sebagai budak kepada keluarga kaya atau bahkan malah diperbudak oleh keluarganya sendiri.
Dimasa Arab kuno, anak perempuan dikubur hidup-hidup. Maka artinya terkubur jugalah segal aib yg menimpa keluarganya. Jika pun tidak dikubur maka wanita akan tetap dipelihara dan diperlakukan secara tidak manusiawi.
Nah, dapat kita lihat bagaimana dulu peradaban menempatkan wanita pd posisi yg rendah bukan ? kedudukan wanita tidak jauh dari penghinaan serta perbudakan, dimana tugas utamanya hanya sebagai pemuas kaum pria.
Sekarang kita lihat bagaimana agama" memandang wanita.
Agama seharusnya menjaga kita dari berbuat dosa, tetapi justru banyak dosa yg diperbuat dengan meng-atas namakan agama.
Nasrani dan yahudi, menganggap wanita sebagai makhluk yg penuh dosa. wanita dianggap penyebab dari dikeluarkannya adam dari surga, bahkan wanita dianggap sebagai ibu dari semua kesengsaraan.
Dalam ajaran Yahudi, wanita selain dianggap sumber penyakit juga kedudukannya dianggap lebih rendah dari khadam (pembantu) laki", kemudian seorang ayah boleh menjual anak perempuannya, bahkan dalam doanya kaum pria yahudi wajib membaca doa berikut : Menahoth 43b-44a
"Terima kasih Tuhan, karena tidak menjadikanku seorang kafir, atau seorang wanita atau budak belian (dosa)".
Sejak dulu, wanita mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan. Akibatnya, wanita banyak yang trauma karena terlalu tertekan dengan aturan-aturan yg sangat tak menghargai mereka.
Kemudian muncullah feminisme yg mengusung gagasan" untuk menuntut KESETARAAN !
Feminisme ingin menyatakan bahwa keberadaan wanita bukan hanya sebagai pemuas kaum pria, tugas wanita bukan bekerja di belakang pria, namun wanita juga bisa bekerja dan beraktivitas seperti pria. Gagasan ini akhirnya berhasil mengubah alur. sejarah. Kini banyak kita jumpai wanita-wanita karir yang telah sukses dengan pekerjaannya.
Tapi, apakah hal itu adalah sebuah solusi ?? atau musibah yg sama buruknya?
Nantikan kelanjutannya !!.😁😁

Komentar