anak Dongeng

 

7 Aturan Sakti
Cerita Dongeng

Dulu ada seseorang yang pandai dan terkenal dermawan. Namanya  Letmo. Katanya Letmo adalah keturun dari dewa sakti yang di utus ke bumi agar menerapkan aturan langit. Sehingga Dalam hidupnya keseringan menulis aturan-aturan di bumi untuk masyarakat sekitar.
Satu ketika Letmo bertemu dengan seorang pelaut. mereka bercerita tentang aturan-aturan. Lalu si pelaut mulai menceritakan sebuah negeri kunci, Katanya. “masayarakat negeri kunci memiliki 7 aturan lapisan langit dan bumi Yang di anggap sakral.”
Letmo pun mulai bertanya. “di mana negeri itu?”
Si Pelaut menjawab. “butuh waktu lama untuk mencari negeri itu kembali. Karena pulau itu sering di tutupi awan-awan tebal, Saat  kapalku kehabisan makanan. Mulanya aku liat dari kejauan, ada sebuah  pulau kecil berwana hijau lalu menghilang. Aku mulai pastikan mendekati awan itu ternyata dugaanku benar. Ku putuskan untuk singga di pulau tersebut. ”
Lalu Letmo mulai penasan dengan negeri itu dia bertanya lagi “tanda-tanda negeri itu seperti apa?”
Pelaut terus bercerita lagi. “negerinya kecil, berada di tengah bumi, Bergunung dan rumput tebal. Penduduknya berkulit hitam, rambutnya gelombang, hidungnya berlobang agak besar lebih dari kita. Aku hidup beberapa lama disana hingga mengenal aturan mereka. Yang percaya manusia berasal dari satu keturunan saja, itu sebabnya wujud satu rasa, sama rata tercip disana. Tidak ada pencuri, perempuan di hormati Bukan menjadi hadiah perang, negerinya damai.”
Dari cerita itu Letmo berkeinginan untuk dapat sampai di negeri itu. tetapi sampai akhir hayatnya impian itu belum kesampaian. Sebelum Letmo meninggal dia menceritakan pada muridnya Tor.
Pada satu saat Tor di panggil oleh raja kerajaan. Raja memintanya untuk mendidik anaknya Kakar, di kerajaan itu penduduk bangsauannya mengunakan kepala kerbau yang di letakan tepat pada kepala mereka. Tor terus kenceritakan amanat gurunya pada Kakar sehabis belajar, karena tor tidak bisa memenuhi keinginan gurunya Letmo. tor menyampaikan untuk muridnya Kakar untuk mewujudkan keinginan gurunya.
Dan Tor berpesan “kelak nantinya kau badingkan hukum kerajaanmu dengan amat eyang guru mu” Kakar pun mengerti dengan ilmu-ilmu kerajaan yang di ajarkan Tor. Hingga sampai dimana Kakar memimpin kerajaannya, Kakar melihat kejadian besar diluar kerajaannya. orang-orang hidup tanpa aturan, sudah sepatutnya kakar berkewajiban selama belajar untuk menerapkan aturan kerajaannya pada mereka.
Tiba dimana peperangan besar. kakar selalu memenangkan perangnya, sampai-sampai iya membangun sebuah tembok dari baja untuk mengurung lawan-lawannya setengah wujut setan. Di setiap daerah yang di rumtuhkan, Kakar selalu menikah dengan bunga desa tersebut,  agar dapat memperluaskan daerah dan memperbanyak keturunanya.
perinta Kakar kepada kedua anaknya, agar keingginan eyang guru letmo dan gurunya Tor  itu bisa terwujud. Sebagai bentuk terima kasih. Sehingga Satu di utuskan ke selatan bumi dengan menungang ikan, satu lagi di utuskan ke utara bumi menungangi burung.
Sebelum Kakar meniggal perna berkata kepada rakyatnya.“kelak aku mati. Kelilingi ragaku, di setiap daerah jajahanku, keluarkan kedua tangganku, Dan sampaikan pada mereka bahwa seorang pemimpin besar pulang tak bahwa apa-apa!”
kini setelah anak dari Kakar pergi ke selatan menemukan sebuah negeri yang bernama Kunci, tetapi anak itu belum mempelajari aturan-aruran negeri itu. Tiba-tiba datang gerombolan orang-orang yang mencarinya, dan berkata “kamu adalah keturunan dari raja serakah, kalian membantai orang-orang kami hingga menyebabkan kami terpisa dengan negeri kami. Bunuh dia.” Hingga terjadinya pertempuran besar lagi, di kala itu.
Langit bertanda kemerehan di siang bolong. biasanya kerajaan Kakar tidak melaku aktifitas lain. mereka hanya membahas tetang aturan ganji dan genab, dengan mengorbankan kerbau menjadi sesajian. sebab mereka perca bahwa dewa lagit sedang menunggu sesajian untuk di serakan agar hukum bisa adil.
Anak kakar itu bukan mengalah dari orang-orang yang ingin membununya, tetapi pada saat itu tidak ada kerbau sama sekali. Anak Kakar berfikir kalau menjadi korban untuk merayakan tradisi leluhur, mukin menjadi muliah karena dia tak akan lupa dengan asalnya.
Setelah gerombolan orang-orang itu, berhasil membunuh anak Kakar, mereka merayarakannya dengan upacara besar. Lalu membagikan raganya untuk masing-masing kelompok, Sebab dendam mereka terbalaskan.
Sedankan di laut bergelombang besar. Ternyata ikan yang di tumpangi anak Kakar mengambuk. ikan itu menebrak beberapa pulau hingga putus. sekelompok orang-orang lagi takut untuk kelaut karena ancaman ikan tersebut. Tetapi mereka tidak bisa membuat apa-apa. Mereka menungu sampai ikan itu lelah sendirinya.
Setelah lama ikan mengamuk kini ikan tersebut tidak berdaya di atas air laut yang surut, kelompok orang-orang negeri Kunci turun membunuh ikan itu dengan mengunakan tombak-tombak tajak sebagai akibat acaman bagi mereka. Lalu ikan tersebut di bawah masing-masing dalam keadaan yang terpotong-potong.

Cerita dongeng di atas menceritakan jasa dan dendam. Jasa sebagai ungkapan terima kasih yang bernilai tinggi pada orang lain. sedangkan dendam adalah penolakan terhadap apapun, semua di pandang satu yaitu kebencian,  yang mesti terbalaskan.
Hidup adalah aturan. siapa yang ingin mengantur menjadi penguasa, siapa yang ingin di atur menjadi biasa-biasa saja, yang menting kita teratur. begitulah undang-undang kehidupan.
Catatan; cerita mitos ini di ceritakanbebeapa kali sewaktu penulis SD
                                                                

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gempa Maluku Tanggapan Menteri Polhukam

Lagu Gugusan Kepulauanku

Contoh surat pelepasan tanah