Nastalwang
RAHASIA LELAKI NASTALWANG
Part 1
Aku harus rai malam yang sejatinya tak terlalu bahagia ini bersamamu kehilangan kerlip mutiara yang bersinar dari wajah lugumu.
Aku sangat tahu bila lelaki menciptakan neragka akan kecantikan yang kau miliki itu, dan kau terpuruk beguk menggu.
Aku tak tahu sebab apa birahi memeritakan ku untuk bertemu denganmu, sebab pada awalnya aku tak seperti itu. Tetapi tak bisa ku tahan jiwaku haus. Mungkin takdir telah mempertemukan kita di tempat yang sebagian dari mereka mengatakan surga atau bagi mereka yang mengklem tempat orang-orang penghuni neraka.
Saat kita terkurung di kotak kecil di hiasi lampu remang-remang, Tak ada tingkah untuk merayu. kau tidur tanpa sehelai benang pun menutupi badanmu, kebodohan mengisi batok kepalaku, menyeret tumbuh menjadi dosa. Dengan bangga ku katakan “ mbah ini pertama kalinya ku lakukan. “
Kau hanya terdiam berpaling muka tak melatapku. Sedangkan aku masih semangat memberikan itu. Tiba-tiba air matamu jatu, kau berkata “ALLAH apakah aku pantas” menderkan katamu, ku hentikan semua yang sudah terlanjur! Seakan kau mejerit deritamu yang kau bagi pada ku dengan kehidupan secuil pun kau tidak mengingginkan itu.
Dan ketika ku tingalkan tempatmu. Di sebuah tempat ku renungkan dalam-dalam. Yang pasti ada satu kedamain mendekat sedikit demi sedikit.
Malam-malam bergantian datang, diam-diam ku amati tinggamu di balik switer yang menutupi sekujur tubuhku. Kau layani Pria hidung belang bergantian datang. Sakit hati enta jemburuh atau kasihan dua hal tercapur menjadi satu. Yang pastinya ku pikirkan cara untuk membawamu pergi.
Ku beranikan diri untuk bertanya bagaimana cara untuk bisa melepaskan mu dari jerat gembok yang merantai mu. Biarlah konsuwensinya ku tanggun sendiri.
Namun ketika tak ku sanggupi penjelasan dari mereka, harapnku satu-satunya adalah kau mengatakan langsung padaku.
Kembali lagi kita berada pada kotak kecil itu, tak seperti malam lain. aku coba menjelaskan semua padamu tapi tak mengerakan hatimu sedik pada orang yang baru kau kenal. Kau berkata “bang. jangan ngaur, cepat ada yang menunggu.” Sepenunya ucapanmu menyamakan ku dengan semua pria yang datang padamu.
Aku tak mau terlihat di matamu seperti lelaki yang menikmati tubuh para watinta, meski pertemuan kita salah.
Ketika ku ceritakn dirimu pada teman dekatku awalnya dia mentertawakan ku. lama-lama dia memberikan satu ide yang menurutku tak salah untuk mencobah.
Ku bawah selebar jilbab berwana hitam yang kutawarkan lansung padamu melambangkan keseriusanku untuk memperbaiki kehidupan masa lalu-lalu. Kau menjatukan air mata, lalu merai jilbab yang ku pengan, menyarungkan di hadapanku. Kau kembali berkata “BAWAH AKU PERGI.”
Brsambung..............
RAHASIA LELAKI NASTALWANG
Part 2
Beberapa hari kemudian kita di cari segerombolan orang-orang perwajah perang dengan mengunakan sebuah mobil AZANZA hitam. Hidup kita berdua agak tertekan. Hingga harus berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan yang lainnya.Yang ku senanggi dari katamu itu lagi “aku sudah biasa hidup susah sayang. Hidup dengan pria sepertimu aku bahagia walau hanya minun saja.” kata sayang tersimpan patri di hati
Kecintaanku padamu. Tak sangkup tuk mellihat penderitaanmu lagi yang bertubi-tubi itu. Aku bertekat untuk mengembalikanmu di orang tuamu, dan nantinya akan menyembut, sesudah hidupku membaik.
Kenapa hidupmu cegeng saja, kau bilang aku pembohong, kau bilang aku tidak bertangun jawab, terserah! semua kata-katamu itu. Yang ku tahu harus mengembalikan senyummu yang lama hilang. (itu janji).
Untuk kedua kalinya. aku minta pertolong di temanku, hanya dia yang dapat membantuh. dengan bermodal 700ribu kau pulang di negerimu yang awalnya terpancar kebahagianmu.
Pelukan mu erat. mencimku berkali-kali di pundak-ku, wajah kusam mu itu, jekel ku liat apabila air matamu terus berjujuran. Di batas kota itu labaian tanganmu mengiringi pelepasan kau dan aku. tak ku sangkah untuk pertama kalinya aku menjadi pria yang cengeng di depan semua orang.
Ketika itu hampir saja nyawaku hilang setelah kau pergi. gerombolan orang-orang itu datang kembali dan memukulku sampai babak belur. Untuk lah ada temanku, aku bukan saja mengutang pikirannya atau mukin uangnya, hari itu di tambah satu lagi, NYAWA.
Kini dua tahun sudah hidup dalam penyiksaan batin yang tertekan. Keseharianku kembali menjadi seorang mendosa, dangan menjadi bandar togel. Semua aku lakukan agar cepat-cepat bertemu denganmu sayang. Dan mewujudkan hidup yang kau inginkan. (taat pada Allah)
Bila malam menjelang kembali datang aku merenung dirimu sayang, alamatmu yang kau tulis kebali ku tatap sampai-sampai kertas itu malu melihat tingkaku. ku peluk dan mencium kertas itu dalam diam yang dalam. Sebab apa, harapanku pastilah pagi akan mencelang datang. “aku percaya.”
Dan dalam diam aku menyentuh bayang-bayang bisu. “Apa kah kau merasakan hal yang sama sayang, mampu setia sepertiku atau mukin kau sudah melupakan kesusahan kita dan berbahagia disana!” Serti perkataan lagu “ketika terpisa ruang dan waktu cinta akan berguguran satu” biarkan rindu bersemayam, pada malam, ada bintang, dan Aku hanya diam, Diam yang dalam!
Brsambung!!!
curhatan tertangal 24 januwari 2015
Komentar