Selimut pelayaran Dari wear kait, sampe tempat game-game masuk ohoi, tatua berdiri menyampaikan sekapur siri, seketika kaki menyapa disini Ditangga-tangga, tempat singga melepas dahaga sampe pada pintu woma Dari mesjid hingga gereja pipi dibasahi air mata, saat kata pamit menyentu bibir rumah - rumah Meja kini senyi, suara kini henti, anak batu, bibir pante tak berpenghuni Bukan Perpisahan menjadi alasan tangisan, tapi cinta yang menjadikan kenangan yang mengalir dari hati sampe perasaan Salam masi terdengar jelas dari sepatu hingga sendal Kopi menjadi sapaan, masi kental pada ingatan Tangan menjadi pelukan dari warin sampe yaan Sombar su tatempel depan rumah, Dari Rahayaan sebagai tuan tana, Rahaningmas yang pasang sasi, Notanubun pimpinan perang, Ingratubun juru bicara atau koedoeboen penjaga woma Pagi menyapa jendela terbuka, tak ada suara harus ke atas atau ke bawa, posko atau rumah Kini sajian teten tak hangat lagi dimata sampe selimut pelayaran membawa rindu kes...