puisi refleksi one years
Refleksi One Years Banyak yang terlewatkan, Banyak yang terlupakan, banyak yang ditertawakan, Banyak pula yang terabaikan Bahkan banyak juga yang hilang jalan, tapi kita masih tetap bersalaman. Meski dari mata ini dan itu yang berpura-pura buta tak mengenal hati, Dari amarah yang datang menghampiri, Hingga mulut harus termakan api. Dan caci maki termuntahkan keluar tanpa permisi, Tapi katakan Cinta tetap saja menjadi kawan sejati. Hai anak gadis orang. Ingatkah kau dikalah itu, saat aku menjadi beda. Kau sering memanjat keluar dari ruang kepala, Bahkan sering, Kau terhalang kelopak yang berpegangan membungkus mata. Semua itu bukan karena kau menjadi Kurang (-),Bagi (:) atau pun tambah (+). Tapi, karena aku saja yang banyak berlibur hingga hati jarang bersekolah, akhirnya aku menjadi manusia bodoh yang tak pandai membaca. Tak putus asa, kau kembali memberiku kompas penunjuk arah, syukurlah aku tidak tersesat, meski dikala itu aku buta dalam mata yang terbuka. Dan disitulah aku ...